DETIK.COM (23/04/2019) | Saatnya meninggalkan sejenak kehidupan kota besar dan kembali ke alam. Nikmatilah kesejukan dan suara angin berbisik di antara pepohon pinus Hutan Limpakuwus.

Mengisi liburan ke tempat yang sejuk dan teduh tentu merupakan pilihan yang tepat untuk menghilangkan penat. Apalagi sambil menikmati pemandangan pohon pinus yang rindang dengan segala kesejukannya, menjadikan liburan pun menjadi menyehatkan.

Berada di lereng kaki Gunung Slamet dengan ketinggian 750 Mdpl, destinasi Hutan Pinus Limpakuwus yang terletak di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang ini menawarkan keteduhan, kesejukan, kesegaran udara dan ketenangan suasana sambil mendengarkan suara angin berbisik di antara pohon pohon pinus berusia lebih dari 30 puluh tahun.

Hutan Pinus Limpakuwus berada dilahan milik Perhutani. Lahan seluas 10 hektare dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ardi Rahayu untuk menjadi lokasi wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri .

Di hamparan hutan pinus ini, ternyata merupakan pohon-pohon pinus unggulan yang dijadikan sebagai objek pembibitan, karena memiliki kualitas biji terbaik untuk persemaian bibit pohon pinus di Indonesia.

Menurut Ketua Pokja Wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Eko Purnomo, sejak dibuka pertama kali pada 2018 lalu, wisata Hutan Pinus Limpakuwus terus mengalami peningkatan pengunjung. Dalam sebulan, rata-rata pengunjung mencapai 6-8 ribu orang, sedangkan untuk weekend kunjungan bisa mencapai 800-1.000 orang.

Selain wisata alam yang alami, Hutan Pinus Limpakuwus juga menawarkan spot selfie yang menarik, menyewakan arena ATV, Hammock, dan banyak digunakan oleh calon pengantin untuk foto pre weadding.

“Untuk sewa ATV Rp 20 ribu untuk 4 kali putaran dengan jarak 200 meter. Untuk bersantai di hammok dan berfoto, maka cukup membayar Rp 5 ribu. Sedangkan area untuk foto pre-wedding cukup membayar biaya sewa Rp 100 ribu, sudah dapat berfoto sepuasnya di seluruh area,” kata Eko Purnomo kepada wartawan, Kamis (19/4) kemarin.

Dengan melihat antusiasnya kunjungan wisata ke hutan pinus ini, kedepan pihaknya berencana untuk menambah fasilitas lain seperti Glamor Camping dengan konsep hotel berbintang yang menyajikan segala fasilitas seperti tempat tidur dan kenyamanan.

“Rencana tahun depan kita akan buat Glamour Camping, yakni paket mewah berkemah tapi dengan fasilitas hotel berbintang seperti tempat tidur nyaman, makanan khas desa pinggir hutan. Untuk awal kita akan siapkan dua tenda dengan biaya sewa sekitar Rp 400-500 ribu dalam semalam,” ujarnya.

Dia mengatakan jika pengembangan Hutan Wisata Limpakuwus yang dikelola LMDH ini tak lepas dari cita-cita masyarakat Desa Limpakuwus untuk memperoleh pendapatan tambahan dari sektor wisata dan lepas dari status merah desa miskin di Jawa Tengah di tahun 2016. Dimana jumlah penduduk desa sekitar 5.300 jiwa rata-rata bermata pencaharian sebagai buruh tani holtikultura dan sapi perah.

“Ini menjadi motivasi bagi kami dimana Limpakuwus disebut sebagai desa tertinggal, memang Desa Limoakuwus itu dikategorikan desa merah yang miskin ditingkat Provinsi (Jawa Tengah) tahun 2016. Dengan adanya desa wisata jauh merubah, paling tidak kami lagi berusaha dan bercita cita, merubah statusnya dari merah menajadi biru,” ujarnya.

Sementara menurut Elok Febriani salah satu wisatawan asal Jakarta yang tengah berlibur di Banyumas, mengatakan jika pemandangan yang ada di Hutan Pinus Limpakuwus sangat alami dan asri, ditambah udara pegunungan yang masih sejuk.

“Disini kita bisa lihat pemandangan yang masih asri banget, terus bisa selfie-selfie, ada wahana yang menantang juga kayak naik ATV, jadi adventure gitu, seru asik dihutan lebih menantang. Udaranya sejuk banget, seger, cocok buat liburan,” ujarnya.

Selain Elok adapula Adrian Kris dan Feni Puspitasari pasangan yang tengah melakukan foto pre wedding di Hutan Pinus Limpakuwus. Berawal dari mencari spot lokasi foto pre wedding di instagram, akhirnya mereka menemukan lokasi alami yang sangat menarik untuk foto pre wedding mereka.

“Pertama lihat dari instrgaram banyak foto foto lokasi wisata buat pre wedding, terus nemu di Baturraden, di Hutan Pinus Limpakuwus. Lokasinya bagus, hasil gambarnya juga menarik, bagus dan cocok, biayanya juga murah termasuknya,” jelasnya.

 
Sumber : detik.com
Tanggal : 23 April 2019