"Loading..."

Bulan Menanam Nasional, Perhutani Parengan Bagikan Bibit Jati

Dok.Kom-PHT/PRG @2014PARENGAN – PERHUTANI (9/12) | Dalam rangka Bulan Menanam Nasional 2014, Perhutani Parengan menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dengan membagikan bibit Jati Plus Perhutani (JPP) kepada para pengguna jalan di kota Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin pagi (8/12) bertempat di perempatan jalan raya tepat di depan kantor Perhutani Parengan.

Administratur Perhutani Parengan, Daniel B Cahyono, langsung memimpin kegiatan ini diawali dengan apel karyawan. Pada arahannya Daniel menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut dan sekaligus memberikan arahan teknis pelaksanaannya. Apel diakhiri dengan penyerahan secara simbolik bibit jati yang akan dibagikan, dari Administratur kepada perwakilan karyawan.

Sekitar enam puluh orang karyawan Perhutani Parengan terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan kaos kebanggaan yang bergambar logo Perhutani dan bertuliskan ‘Luar Biasa!’, mereka berjajar di empat sudut perempatan. Setiap kali lampu lalu-lintas menyala merah bergegas kepada para pengendara dibagikan bibit yang sudah dimasukkan dalam kantong plastik sehingga mudah untuk dijinjing. Tak hanya membagikan bibit, para karyawan juga menyampaikan pesan pelestarian lingkungan. Tak lupa juga mereka sampaikan kepada penerima bibit agar polybag dilepas dulu sebelum ditanam. Tak kurang dari seribu bibit dibagikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu Noor Imanuddin,  Kasi PSDH Perhutani Parengan, menjelaskan bahwa acara bagi-bagi bibit JPP tersebut selain untuk mensukseskan Bulan Menanam Nasional juga untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Bojonegoro agar lebih mencintai pepohonan, khususnya Jati. Jati pernah menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro, karena itu masyarakat Bojonegoro tidak boleh melupakan eksistensi Jati.

“Seperti disampaikan Administratur dalam apel, kita harus mengembalikan kejayaan Jati Jawa  khususnya di Bojonegoro ini. Masyarakat harus didorong untuk bukan hanya sebagai penggemar produk kayu Jati namun menjadi pecinta pohon dan hutan Jati,” demikian Noor menambahkan.

Tak sampai satu jam, seribu bibit JPP habis dibagikan. Acara pun berakhir dengan harapan semua bibit tertanam dengan baik dan terpupuk dengan kecintaan masyarakat akan pepohonan dan kecintaan yang lebih luas kepada kelestarian alam.  (Kom-PHT/PRG/Hms)

Editor  :  Dadang K Rizal

@copyrihgt 2014