"Loading..."

Cegah Merebaknya Virus Corona, Perhutani Tutup Dua Obyek Wisata di Nganjuk

NGANJUK, PERHUTANI (02/04/2020) | Merebaknya virus Corona (Covid-19) di berbagai daerah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menutup dua obyek wisata yang dikerjasamakan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yakni Wana Wisata Gua Margo Trisno yang terletak di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngluyu dan Wana Wisata Edukasi Manyung di Desa Bagor Kulon Kecamatan Bagor yang keduanya berada di wilayah Kabupaten Nganjuk.

“Penutupan obyek wisata tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Nganjuk, Novi Rachman Hidayat saat Konferensi Pers pada tanggal 16 Maret 2020 lalu di Pendopo Kabupaten Nganjuk”, kata Administratur Perhutani KPH Nganjuk Bambang Cahyo Purnomo di kantornya pada Kamis (02/04).

Menurut Bambang Cahyo Purnomo pihaknya bergerak cepat untuk melakukan penutupan obyek wisata tersebut. “Penutupan wana wisata ini bersifat sementara, apabila kondisi sudah kembali normal maka wana wisata tersebut akan dibuka kembali karena penutupan wana wisata tersebut semata-mata untuk mencegah menyebarnya Covid-19 di wilayah Kabupaten Nganjuk,” jelasnya.

Sementara itu Muhajin selaku Junior Manajer Bisnis dan Wisata Perhutani KPH Nganjuk mengatakan, bahwa kegiatan penutupan wana wisata tersebut sudah dilakukan dengan memberikan surat penutupan kepada pengelola wana wisata. Disamping dari surat Bupati Nganjuk juga menindaklanjuti surat dari Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur tentang lokasi-lokasi wana wisata yang ditutup dengan melengkapi data titik koordinatnya.

Menanggapi penutupan wana wisata akibat merebaknya virus Corona, Ketua LMDH Bagor, Sukirno Sambirobyong selaku pengelola wana wisata edukasi Manyung mengatakan bahwa pihaknya mendukung dengan kebijakan tersebut, “Ini untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona di wilayah Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Sukirno juga menyampaikan jika penutupan wana wisata tersebut sampai hari Raya Idul Fitri, ia memprediksi akan ada penurunan pendapatan di obyek wisata yang kerugian akan berlipat-lipat. “Semoga ini akan cepat berakhir dan wisata kembali dibuka seperti biasanya,” harap Sukirno. (Kom-PHT/Ngj/Srlt)

Editor : Ywn

Copyright©2020