"Loading..."

Dirut Perhutani Akan Revitalisasi Pabrik Minyak Kayu Putih Sukun

MADIUN, PERHUTANI (7/8/2020) | Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dalam kunjungan kerjanya di wilayah Divisi Regional Jawa Timur menyempatkan untuk melihat langsung kondisi Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) Sukun yang berada di Ponorogo, Kamis  (6/8).

Dalam kunjungan tersebut, Wahyu Kuncoro didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Asep Rusnandar yang kedatangannya disambut oleh Kepala Divisi Regional (Divre) Jawa Timur Osman Suherman,  Wakil Kepala Divre Bidang Kelola Bisnis Budi Shohibudin, Wakil Kepala Divre Bidang Kelola SDH Joko Sunarto dan jajarannya.

Dalam kunjungannnya di PMKP Sukun Ponorogo yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut Wahyu Kuncoro menyampaikan arahan terkait revitalisasi outlet MKP (Minyak Kayu Putih), perlunya dukungan tanaman kayu putih dengan klon unggul untuk memasok kebutuhan dari pada pabrik agar hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan.

Wahyu Kuncoro mengatakan bahwa akan dibangun kembali PMKP baru di Sukun, agar dapat dijadikan icon dan juga percontohan. “Jangan tanggung-tanggung bangunnya,  kalau bisa yang paling modern sekalian. Tentu harus diimbangi dengan kualitas tanaman dengan menyesuaikan klonnya dan keluasan yang dapat mencukupi kebutuhan pasokan PMKP,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Wahyu Kuncoro menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada pekerja pabrik, serta menuliskan pesan- pesan moril untuk seluruh jajaran Perhutani KPH Madiun yang intinya, tetap semangat untuk terus bekerja, jangan lupa untuk menjaga kesehatan, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan, tidak ada kemudahan tanpa doa, terus kompak untuk kemajuan perusahaan,”  tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Administratur KPH Madiun Wakhid Nurdin memaparkan profil PMKP Sukun dan rencana pembangunan PMKP baru serta redesign perubahan kelas hutan dari jenis jati ke jenis kayu putih yang lokasinya di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Caruban, yang menjadi rencana tanaman tahun 2020 sampai dengan 2023 yang luasnya mencapai 1.622,80 hektar. “Kami  akan terus melakukan monitoring dan evaluasi, agar PMKP Sukun tetap terus berproduksi dengan tidak ada kendala dalam proses input dan outputnya,” papar Wakhid Nurdin. (Kom-PHT/Mdn/Yud)

Editor : Ywn

Copyright©2020