"Loading..."

Dirut Perhutani Lakukan Kunker ke Lokasi Tanaman Biomassa di Semarang

SEMARANG, PERHUTANI (14/08/2020) | Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro didampingi Sekretaris Perusahaan Asep Rusnandar, Direktur Operasi Bambang Catur Wahyudi, Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Ahmad Ibrahim, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Ema Ismariana, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Endung Trihartaka melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk meninjau lokasi kegiatan tanaman Biomassa (Gamal) di petak 193g-3 Luas 2,10 Ha wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mliwang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, Jumat (14/8).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Sumberdaya Hutan Karuniawan Purwanto Sanjaya, Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Bisnis Budi Widodo, Kepala Departemen Produksi Industri Ecotourism dan Agroforestry Divre Jateng Djohan Suryoputro dan Kepala Departemen Pengelolaan SDH dan PS Divre Jateng Henry Purnomo.

Kedatangan rombongan BoD disambut oleh Administratur KPH Semarang Khaerudin dan segenap jajaran manajemen KPH Semarang serta LMDH di area lokasi tanaman gamal.

Tujuan kunjungan Dirut Perhutani tersebut untuk meninjau dan melihat secara langsung perkembangan serta potensi tanaman Biomassa yang dilaksanakan Perhutani dengan sistem Cluster 70% Biomassa dan 30% tanaman pertanian/polowijo untuk masyarakat sekitar hutan di KPH Semarang.

Dalam arahannya Wahyu Kuncoro menyampaikan penekanan dalam mengelola tanaman, “Perhutani harus mengutamakan proses atau revenue tidak hanya melihat profit. “Amati Cash Flow. Cash Flow yang lancar menandakan perusahaan sehat, juga harus memperhatikan existing masyarakat sekitar hutan,” tegasnya.

Di tempat yang sama Administratur KPH Semarang Khaerudin mengatakan, ”Tanaman Biomassa di KPH Semarang wilayah BKPH Tanggung tahun 2019 seluas 1.345,40 Ha semuanya sudah menggunakan sistem Cluster dan melibatkan masyarakat sekitar hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” kata Khaerudin,

Sementara Ketua LMDH Maju Utomo Desa Jumo, Akadun menyampaikan ucapan terimakasih. “Kami masyarakat telah diberi lahan 30% garapan dalam Cluster, selama ini kerjasama dengan Perhutani harmonis dan kami memohon usulan Perhutanan Sosial Skema Kulin KK untuk dikawal dan disahkan,ˮ ujarnya.  (Kom-PHT/Smg/Ad)

Editor : Ywn

Copyright©2020