BOGOR, PERHUTANI (20/12/2024) | Perhutani menghadiri pembahasan terkait keberlanjutan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan sumber benih bersertifikat di wilayah kerja Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung. Kegiatan ini berlangsung di Curug Mekar, Kota Bogor, pada Kamis (19/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Bogor yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang Ihsan Gilang Ramadhan, Direktur Perbenihan Tanaman Pina Ekalipta beserta jajaran, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Usaha dan Pengelolaan Sumber Benih Irpana Nur, perwakilan Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas LHK Provinsi Banten Silfinia, Yayasan Insan Prima Berdikari Ria Susanti, Balai Pelatihan Lingkunngan Hidup Kehutanan (LHK) Bogor Darwanto, serta secara daring perwakilan dari Perhutani Forest Institute (Pefi) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Liliana Baskorowati.

Dalam keterangannya, Administratur KPH Bogor, melalui Ihsan Gilang Ramadhan menyampaikan bahwa pembahasan ini bertujuan untuk menyelaraskan keberlanjutan kerja sama pengelolaan sumber benih bersertifikat. Kerja sama ini melibatkan Pefi dan BPDAS Citarum Ciliwung, khususnya untuk pengelolaan sumber benih Gmelina arborea yang ditanam pada tahun 2015.

“Pembahasan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pemeliharaan sumber benih, memperkuat komunikasi untuk keberlanjutan kerja sama, serta memaksimalkan pemanfaatan sumber benih bersertifikat untuk kegiatan rehabilitasi hutan, lahan, penghijauan, maupun kebutuhan masyarakat sekitar,” jelas Ihsan.

Pada sesi penutupan, Direktur Perbenihan Tanaman Pina Ekalipta menegaskan pentingnya perbenihan tanaman hutan sebagai titik awal keberhasilan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) tahun 2024.

“Koordinasi, integrasi, sinkronisasi, serta komitmen aktif dari semua pihak, baik di tingkat pusat seperti Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan maupun di tingkat lapangan seperti BPDAS Citarum Ciliwung, UPTD Perbenihan Provinsi, pemangku sumber benih, dan masyarakat pelaksana sangat diperlukan. Hal ini mendukung pemenuhan kebutuhan benih, keberhasilan program RHL, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan sistem data dan informasi sumber benih yang akurat, akuntabel, dan transparan merupakan salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan perbenihan tanaman hutan. (Kom-PHT/Bgr/Gin)

Editor:EM
Copyright©2024