BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (31/12/2024) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat menjalin sinergi dengan Kepala Desa Bayu dalam pembinaan masyarakat sekitar hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Lestari di Dusun Tegalrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, pada Senin (30/12).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bayu, Kepala Dusun Tegalrejo, pengurus dan anggota KTH Alam Lestari, serta perwakilan dari Perhutani, termasuk KSS Hukum Kepatuhan, Kepala BKPH  Rogojampi, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Bayu, dan Mandor Tanam.

Ketua KTH Alam Lestari, Satari, menyampaikan bahwa pembinaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat yang bergantung pada kawasan hutan memahami dan menaati ketentuan yang berlaku. “Kami, anggota KTH Alam Lestari, sebagian besar menggantungkan hidup dari hutan, baik sebagai petani pesanggem maupun penyadap getah pinus. Kami siap menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkan sumber daya hutan sesuai aturan,” ujar Satari.

Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, dalam sambutannya, menyoroti pentingnya pembentukan KTH Alam Lestari secara kelembagaan melalui surat keputusan desa. “Selama ini, kelompok tani hutan sudah ada, tetapi secara formal baru diresmikan. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami aturan sehingga dapat meminimalkan kesalahpahaman yang sering muncul akibat informasi yang keliru,” jelas Yulia.

Mewakili Kepala Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Nova Aleksandra menegaskan bahwa pengelolaan hutan harus mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan sebagai regulator. “Kami, sebagai operator, memastikan bahwa semua aktivitas pemanfaatan hutan dilakukan melalui mekanisme Kerja Sama Kemitraan Perhutani (KKP) atau Kerja Sama Kemitraan Perhutani Produktif (KKPP). Perhutani siap mengawal proses tersebut agar sesuai dengan ketentuan,” tegas Nova.

Melalui kegiatan ini, diharapkan komunikasi yang intensif antara Perhutani dan masyarakat dapat terus terjalin, sehingga tercipta pemahaman yang lebih baik. Dengan kolaborasi yang kuat, pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar dapat berjalan harmonis, membawa manfaat bagi semua pihak. (Kom-PHT/BWB/Cdr)

Editor  : Lra
Copyrihgt@2024