"Loading..."

Genjot Bahan Baku Gula, PTPN XI Perluas Lahan Tebu di Tanah Perhutani

BISNIS.CO.ID (19/10/2020) | PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI akan terus memperkuat kerja sama dengan Perhutani untuk memanfaatkan lahan hutan sebagai lahan tanaman tebu guna menggenjot produksi bahan baku tebu (BBT) yang semakin langka.

Komisaris Utama PTPN XI, Dedy Mawardi mengatakan untuk mencapai swasembada gula nasional dibutuhkan produksi BBT yang melimpah. Menurutnya, kunci peningkatan produksi gula bukan hanya dari faktor kondisi permesinan pabrik gula (PG), tetapi juga faktor lahan yang menghasilkan bahan baku.

“Kurang tepat jika selama ini faktor pabrik selalu menjadi kambing hitam menurunnya produksi gula nasional, PG sudah berumur, tidak efisien dan sebagainya. Memang faktor pabrik ada pengaruhnya tetapi selama ini sudah ditangani, PG selalu lakukan maintenance rutin bahkan sudah merevitalisasi pabrik,” jelasnya, Senin (19/10/2020).

Dia mengatakan saat ini jumlah pabrik gula di Jatim bertambah tetapi luasan lahan tebu tidak bertambah bahkan berkurang. Akibatnya PG yang ada berebut BBT dengan cara yang tidak sehat.

“Inilah yang harus menjadi fokus bersama para pelaku industri gula. Bagaimana caranya semua pihak yang berkepentingan bisa menaikkan luasan lahan tebu sehingga ketersediaan tebu sebagai bahan baku giling tercukupi, salah satunya dengan kerja sama Agroforestry,” ujarnya.

SEVP Operational PTPN XI, Agus Setiono menambahkan perseroan sendiri sudah sejak 2017 melakukan kerja sama agroforestry dengan Perhutani untuk memanfaatkan lahan hutan menjadi lahan tebu seluas 1.834 hektar di wilayah Madiun, Ngawi dan Bojonegoro.

“Dari jumlah luasan itu, yang bisa tertangani hingga saat ini baru 800 hektar karena terkendala teknis yang saat ini sudah kami bicarakan dengan Perhutani untuk pengembangannya,” ujarnya.

Dia mengatakan hingga akhir September 2020, prosea giling tebu PG di PTPN XI mencapai 3,6 juta ton. Jumlah itu meningkat tipis dibandingkan giling 2019. Dari jumlah itupun PTPN XI telah memproduksi 256.000 ton atau turun dari tahun lalu yang mencapai 285.000 ton dengan rerata rendemen 7 persen.

“Tapi hasil giling gula ini belum final karena masih ada PG Djatiroto yang masih berlangsung proses gilingnya,” katanya.

Khusus PG Pagottan tahun ini telah menggiling sekitar 300.000 ton tebu dan memghasilkan gula total 23.000 ton, sedangkan PG Kewawoeng menggiling 186.000 ton tebu dan menghasilkan gula sekitar 12.000 ton.

Sumber : bisnis.com

Tanggal : 19 Oktober 2020