"Loading..."

GP3K Bantu Cadangan Beras

Sekitar 20.000 ton beras diproyeksikan bisa diperoleh pada panen sekitar Februari-Maret 2012 di Kab. Tasikmalaya dan Indramayu. Panenan itu merupakan produksi pertama Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), yang diharapkan mampu membantu cadangan beras nasional dari Jawa Barat terhadap ancaman masa paceklik Desember-Maret.

Kepala Seksi Humas Perum Perhutani Unit III, Yopita Sari, di Bandung, Selasa (6/12) menjelaskan, penanaman padi melalui GP3K mampu memanfaatkan musim hujan akhir 2011 lebih awal. Hal ini disebabkan banyak lahan kemitraan GP3K sudah memperoleh cadangan air yang cukup sejak pertengahan Oktober dan November, yang mata airnya dari kawasan hutan.

Dia mengatakan, hingga Jumat (2/12), pelaksanaan GP3K yang dilakukan pada kawasan hutan dan sebagian di luar kawasan, sudah menanam antara 9.645-12.900 hektare. Mayoritas yang ditanam padi gogo karena lahannya tadah hujan, tetapi produktivitasnya rata-rata 3-4,5 ton gabah kering pungut (GKP) yang menghasilkan beras 1,75-3,5 ton/ha.

Menurut Yopita, lahan-lahan pengusahaan terbesar GP3K melalui kemitraan di kawasan hutan dan di luar kawasan adi di Kab. Tasikmalaya dan Kab. Indramayu. Selain padi, juga ada GP3K jagung, yang diharapkan juga mulai panen sekitar Februari-Maret agar lebih awal mampu memasok produk jagung asal Jabar. “Ini merupakan manfaat peran serta masyarakat menjaga keamanan dan kelestarian hutan-hutan di sekitar mereka,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar, Endang Suhendar, mengatakan, pada Desember 2011 diharapkan ada 21.800-an ton beras yang diperoleh dari panen lahan-lahan irigasi kelas L Panen awal tersebut diharapkan dapat memasok cadangan beras Jabar, disusul tambahan dari lahan-lahan irigasi kelas I lain pada Januari.

Dengan jumlah yang sudah diperhitungkan, ditambah dengan hasil GP3K dari kawasan hutan dan sekitarnya, paling tidak ada sekitar 60.000-an ton beras asal Jabar yang sudah diperoleh Desember-Februari-Maret. (A-8t)***

PIKIRAN RAKYAT :: 7 Desember 2011, Hal 23

Share: