"Loading..."

Hadir bersama Dandim, Perhutani Bondowoso Ikut FGD Bahas Ijen Geopark

SUARAINDONESIA.CO.ID (12/10/2020) | Perhutani dan Dandim 0822 Bondowoso ikut serta Forum Grup Discussion (FGD) yang membahas persiapan pengajuan Ijen Geopark di Kantor Dinas Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso.

Hal itu diutarakan oleh Andi Adrian Hidayat, Kepala atau administratur perhutani Bondowoso kepada media Suaraindonesia Bondowoso, Senin (12/10/2020).

Kawasan wisata Ijen Geopark diusulkan sebagai warisan geologi ke Unesco oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, atas Instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

” Berbagai persyaratan juga telah dipersiapkan oleh Pemkab Bondowoso melalui OPD terkait, baik administrasi, maupun syarat-syarat lain juga sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menuturkan, dalam FGD itu juga tidak lupa membahas pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana yang ada di obyek wisata Bondowoso.

Di sisi lain, kata Andi, FGD itu menghasilkan beberapa poin penting. Diantaranya, terkait permasalahan yang terjadi di kawasan wisata Batu So’on Solor sudah dapat diselesaikan dan diharapkan permasalahan tersebut tidak terulang kembali.

” Pemkab Bondowoso, Perhutani Bondowoso dan semua instansi yang terkait akan bekerjasama mensukseskan Bondowoso mendapat predikat Global Geopark UNESCO,” ujarnya.

Katanya, Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) Ijen Raung Geopark menjadi kandidat Global Geopark UNESCO.

Dalam proyek ini, kata dia, Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kabupaten Banyuwangi sebagai strategi untuk menguatkan sektor pariwisata Ijen Raung di mata dunia.

” Terdapat tiga konten dalam penetapan Ijen Geopark, yakni Bio, Geo dan Culture. Di Bondowoso, ada 19 titik yang direncanakan masuk dalam kawasan Geopark,” ungkapnya.

Sekedar untuk diketahui, situs Geologi diantaranya Kawah Ijen, Kali Pahit, Kawah Wurung, Sumber Air Panas Blawan, Air Terjun Blawan, Air Terjun Little Niagara, Air Terjun Gentongan, Black Lava Plalangan, Puncak Megasari, Batu So’on Desa Solor dan Air Terjun Tol-tol.

Kemudian untuk Biological site sendiri diantaranya Kebun Stroberi, Kebun Kopi Rakyat, serta Hutan Pelangi.

Sumber : suaraindonesia.co.id

Tanggal : 12 Oktober 2020