"Loading..."

Jalur Surga Pecinta Trail

Lumajang – Tak berlebihan jika bentang alam Lumajang diangap sebagai jalur surga bagi para pencinta motor trail. Pasalnya, hamparan alam dengan kontur yang masih alami dan didominasi oleh hutan memang selalu menarik bagi para pecinta trail.
Baru-baru ini wisata B 2 9 yang sedang hangat diperbincangkan juga tak luput dari bidikan para penyuka olahraga motor ini.
Medan tanah dan jalan naik turun dan berkelok-kelok di B 29 jadi jalur idaman para pengguna trail. Yogi salah satu pecinta motor trail Lumajang mengaku jalur B 29 merupakan favorit bagi banyak penyuka olahraga motor. Menurutnya, jalurnya menantang dan B 29 bisa dijadikan pos istirahat yang sangat menarik.
“B 29 jalurnya menantang, puncaknya bisa dibuat pos istirahat yang menarik,” ujar Yogi. Tak hanya jadi sebuah rute me narik, namun Yogi juga menambahkan bahwa jalur menuju B 29 juga mulai dikenal banyak pecinta trail dari luar kota seperti Probolinggo, Jember, dan Bondowoso. Jalur trail menuju B 29 cukup menarik bagi banyak pecinta trail di Lumajang. Menariknya tak hanya jalur menuju B 29, tapi para pecinta trail mengaku lebih menarik lagi jika menerus kan perjalanan menuju Ranu Pane melalui jalur yang lebih menantang dari B 29.
Jalur bermedan tanah dan tebing jadi sensasi tersendiri bagi banyak pecinta trail. Hal itu seringkali dapat memicu adrenalin para croser yang melintas di rute B 29 menuju Ranu Pane. Rute B 29 menuju Ranu Pane juga dikatakan menarik dan menantang oleh pecinta trail asal Jember. Farid, salah satu pecinta trail mengatakan bahwa jalur B 29 menuju Ranu Pane tergolong cukup menantang dan menarik. “Di Lumajang jalur B 29 menuju Ranu Pane menan tang, dan disukai banyak pecinta trail,” ungkapnya.
Tak hanya rute B 29 menuju Ranu Pane yang banyak digandrungi pegiat olahraga yang cukup ekstrem ini. Beberapa lokasi di daerah Lumajang juga menarik untuk digunakan sebagai rute motor trail. Utamanya yang medannya offroad dan penuh tantangan seperti tanjakan dan tikungantikungan tajam.
Di sela-sela tikungan itu, juga bisa menikmati view panorama alam yang cukup menghibur dan menyegarkan mata. Kondisi ini diakui oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata (Disbudpar) Lumajang, Gawat Sudarmanto. Kata dia potensi kawasan ini memang mulai dirambah oleh para pecinta trail di Lumajang. Tidak sedikit dari pecinta trail yang ingin terlibat ketika acaranya digelar di Lumajang. “Mereka datang tanpa dikomando. Bahkan meski tidak disosia lisasikan, pecinta trail dari luar daerah sering tanya terus kapan ada even trail di Lumajang,” ungkapnya.
Gawat menerangkan alasan lainnya. Yakni menyangkut kondisi alam Lumajang yang dianggap masih perawan. Dan keindahannya memang beda dengan tempat lain yang sudah terjamah manusia. Tapi yang paling bikin pecinta trail khususnya adventure kenapa menjadikan Lumajang sebagai syurga, karena daya tarik terkait tantangan alam. Banyak yang bilang, tantangan di Lumajang luar biasa. Gawat mencontoh di kawasan B-29.
Dia menilai selain tantangannya luar biasa pemandangannya juga punya daya pikat. Karena itu, tahun ini bakal direncanakan dengan tantangan dan pesona alam yang lebih menarik lagi. Yakni di jalur pakel Gucialit dan kawasan Tem pursari. “Tapi pemkab hanya memfasilitasi,” ujarnya. Dari kondisi ini, yang perlu digaris bawahi menurut Gawat bukan pada sisi perawatan lingkungan alam. Tetapi pada pola kordinasi. Melibatkan pihak perhutani dan Taman nasional Bromo tengger Semeru (TNBTS).
Karena yang terjadi tahun kemarin sempat ada sedikit kendala seperti teguran Perhutani dan TNBTS. Selain itu, Gawat menerangkan juga perlu ada survey yang lebih detail. Bukan hanya melibatkan pecinta trail. Tetapi juga perlu melibatkan dua instansi tersebut. Itu dikarenakan merekalah yang memiliki area lahan dan memiliki kewenangan.
Dengan begitu, maka pada tahun anggaran 2015 ini, sejumlah kawasan yang menjadi jujugan pos akhir tiap even trail bakal dijajaki. Diantaranya adalah wisata Selokambang dan wisata yang dikenal negeri diatas awan puncak B-29. (mac/ras)
Sumber  : Radar Jember
Tanggal  : 16 Pebruari 2015