"Loading..."

Jangan Hanya Canggih Menanam

MADIUN – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengkritik aspek bisnis Perum Perhutani yang masih kurang. Salah satu perusahaan bergerak di bidang pengelolaan hutan di pulau Jawa itu diminta lebih kreatif dan inovatif menjadi pelaku bisnis.

‘’Jangan hanya canggih dalam menanam-menanam, tapi juga berbisnis,’’ ujar Zulkifl i saat menghadiri acara HUT ke-52 Perum Perhutani di Graha Wana, Pusdiklat SDM Perhutani, Kota Madiun, kemarin (27/3). Dijelaskan, Perum Perhutani saat ini menguasai aset meliputi 2,4 juta hektare lahan hutan di Jawa.

Menurutnya, tantangan besar bagi Perhutani menjadi pelaku bisnis yang andal sehingga tidak ketinggalan zaman. Jadi, tidak hanya memiliki SDM yang hanya ahli lingkungan dan tanaman ’’Saya tekankan kepada Dirut (Bambang Sukmananto, Red) agar menyekolahkan manajer-manajer yang masih muda untuk belajar bisnis, kasih ke Jerman, China, Malaysia,’’ ujarnya.

Menteri asal PAN (Partai Amanat Nasional) menambahkan, jumlah pelaku bisnis yang dimiliki Perum Perhutani sekarang tidak seimbang. Zulkifl i sempat membandingkan kemampuan bisnis Perum Perhutani dengan sejumlah perusahaan BUMN lain. Selain itu, tantangan Perhutani berbeda dengan era 1940-an, 1960-an, 1980-an atau 1998. ‘’Kalau perusahaan tidak sehat dan tidak hebat, bagaimana bisa pegawai sejahtera,’’ ujarnya.

Ke depan, Zulkfli juga bakal merestui jika dilakukan penggabungan atau merger Perum Perhutani (Jawa) dan Inhutani I-IV, yang melakukan pengelolaan di luar Jawa. Bahkan, dia mengeluarkan pujian Perum Perhutani lebih bagus kinerjanya. Sehingga, dia berharap pengelolaan hutan yang dilakukan Inhutani diserahkan ke Perhutani.

‘’Hutannya diserahkan, tapi jangan utangnya malah memberatkan nanti. Kalau hutan biar dibicarakan sendiri,’’ tegasnya. Sementara itu, Dirut Perum Perhutani, Bambang Sukmananto mengatakan, saat ini hingga 2014, Perhutani berada di era baru penataan bisnis. Yakni, dilakukan revitaslisasi industri kayu dan non kayu dengan meningkatkan kapasitas yang ada dan membangun pabrik baru.

Di antaranya, pabrik kayu lapis dengan nilai investasi Rp 48 miliar serta pengolahan porang di Kecamatan Pare, Kediri, yang diresmikan oleh Menhut Zulkilfi Hasan di acara kemarin.

‘’Kami tengah melakukan revitalisasi,’’ tegasnya. Direksi Perum Perhutani juga telah menyiapkan SDM berbasis kompetensi mulai 1 April 2013. Dengan standar tersebut, pemberian gaji pegawai berbasis kinerja. ‘’Yang kerja keras dan sesuai kompetensi akan mendapat gaji lebih tinggi,’’ tandasnya. (ota/irw)

Jurnalis : ota
Radar Madiun hal 29&39
Kamis, 28 Maret 2013