"Loading..."

Jelang Musim Hujan, Wisata Cluster Tretes Bersihkan Sungai di Kawasan Hutan

SURABAYA, PERHUTANI (28/10/2020) | Menghadapi musim penghujan, Wana wisata cluster Tretes yang dikelola oleh Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Divisi Regional Jawa Timur bersama dengan stakeholder di wilayah Kecamatan Prigen melakukan kegiatan mitigasi bencana banjir yang dilanjutkan dengan membersihkan sampah  di sepanjang sungai kawasan hutan Teres Pasuruan, Selasa (27/10).

Mereka membersihkan sampah yang kebanyakan berupa ranting dan batang pohon tumbang yang banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai yang berasal dari aliran air terjun kakek bodo petak 53d dan aliran sungai air terjun putuk truno petak 2a kawasan hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawang Barat, wilayah Resort Pangkuan Hutan (RPH) Prigen.

Mewakili General Manager KBM Ecotourism Furkon Mudzakir selaku Senior Manager Cluster Trestes menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana  yang ditimbulkan oleh banjir dan longsor dengan tujuan mengurangi kerugian baik materiil maupun jiwa.

“Untuk itu perlu adanya kemampuan mengantisipasi perubahan bencana alam yang dapat menyebabkan dampak bagi masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Furkon menambahkan, jika pihaknya juga melakukan inventarisasi daerah rawan banjir dan longsor yang ada di lokasi wisata lainnya yang masuk dalam wilayah kerjanya. “Kami akan lakukan pengkayaan tanaman jenis rimba di kawasan hutan yang rawan longsor seperti di kawasan perlindungan setempat (KPS) dengan tanaman bambu, beringin dan kecrutan, karena tanaman tersebut dapat berfungsi sebagai penyimpan air,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wisata Alam Desa Pecalukan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, M. Saikhu menyatakan, bahwa selaku mitra kerja Perhutani pihaknya siap mendukung dan membantu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana banjir dan longsor.

Menurut Saikhu, pihaknya selain melakukan mitigasi bencana, ia juga megedukasi masyarakat desa sekitar hutan untuk sadar lingkungan, karena dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir dan tanah longsor membuat kerugian yang besar bagi masyarakat yang tinggal dekat daerah rawan bencana. “Untuk itu pencegahan dan penanggulangan bencana ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Kom-PHT/Div-Jtm/Dj)

Editor : Ywn

Copyright©2020