"Loading..."

Kick Off Penanaman Mangrove, Sejumlah Kementerian dan Perhutani Ambil Bagian

SUARAMERDEKA.COM (05/03/2021) |Perum Perhutani bersama beberapa Kementerian Republik Indonesia melaksanakan kick off penanaman mangrove yang dilaksanakan di Petak 18 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tangerang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Serang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten, wilayah administratif Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu (3/3).

Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar beserta jajaran, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja beserta jajaran, Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro beserta jajaran, dan Bupati Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut Luhut menyampaikan bahwa program rehabilitasi ekosistem mangrove terdegradasi seluas 620.000 Ha tercatat menjadi program terbesar yang targetnya selesai empat tahun ke depan. Menurutnya dari luas 3,31 juta Ha lahan mangrove, target rehabilitasi pada tahun 2021 dapat diselsaikan seluas 150.000 Ha.

Luhut juga mengatakan jika Indonesia sedang terkenal di dunia karena selama empat tahun terakhir dianggap berhasil dalam penanganan deforestasi, hal tersebut disampaikan Jhon Kerry, yakni mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang sekarang menangani masalah lingkungan hidup. Menurut Luhut program rehabilitasi ekosistem mangrove juga turut diamati dunia, salah satunya Bank Dunia yang memberikan pedanaan program tersebut sebesar 400 juta dolar AS.

Pada kesempatan yang sama Wahyu Kuncoro menyampaikan informasi luas kawasan hutan KPH Banten adalah 79.483 Ha, dengan pembagian berdasarkan wilayah administratif Kota/Kabupaten, sebagai berikut : Kabupaten Lebak seluas 37.249,50 Ha (47%), Kabupaten Pandeglang seluas 34.785,73 Ha (43%), Kabupaten Serang seluas 5.581,67 Ha (7%), kabupaten Tanggerang seluas 1.351,55 Ha (2%), dan kabupaten Cilegon seluas 515,00 Ha (1%).

Perhutani KPH Banten juga telah mendapatkan sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), baik Sertifikat Nasional PHPL maupun Sertifikat Internasional FM-FSC. Untuk kelembagaan Lembaga Masyarakat desa Hutan (LMDH) di wilayah Perhutani KPH Banten terdapat sebanyak 204 LMDH, 214 Desa Hutan dan 30.163 Kepala Keluarga (KK) yang tergabung ke dalam 4 paguyuban yaitu paguyuban LMDH Provinsi Banten, paguyuban LMDH kabupaten Pandeglang, paguyuban LMDH Kabupaten Lebak dan paguyuban LMDH Kabupaten Serang.

Wahyu Kuncoro juga menjelaskan bahwa di wilayah kerja Perum Perhutani KPH Banten telah diterbitkan sebanyak 20 SK Perhutanan Sosial skema Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) dengan luas area 5.682,37 Ha dan diberikan kepada 3.459 penggarap dengan rincian pembagian SK di wilayah Kabupaten Lebak sebanyak 15 SK, Kabupaten Pandeglang sebanyak 4 SK dan Kabupaten Serang sebanyak 1 SK.

Selain itu, di wilayah RPH Tangerang yang menjadi lokasi acara terdapat tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun 2020 sebagai Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya dengan total luas tanaman 159, 15 Ha, jenis Rhizophora sp. yang menyerap tenaga kerja sebanyak 269 orang, dengan rincian yaitu LMDH Kramat Lestari, Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji Seluas 79,15 Ha, Tenaga kerja 100 orang dan LMDH Mina Muara Berdikari, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga Seluas 80,00 Ha, Tenaga kerja 169 org.

 

Sumber : suaramerdeka.com

Tanggal : 5 Maret 2021