"Loading..."

Legenda Cinta Ranusentika di Curug Cipendok

REPUBLIKA.CO.ID (3/10/2017) | Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi ini tak kalah indah dibanding Kampoeng Panginyongan. Objek wisata air terjun ini dapat Anda nikmati sekaligus jika berkunjung ke kampung tersebut.

Air terjun Curug Cipendok berketinggian 90 meter. Saking tingginya, embusan air terjun menyebarkan angin dingin dan butiran air yang kencang. Suaranya begitu gemuruh laksana badai.

Hawa di sekitarnya terasa sejuk dengan temperatur 20 derajat celsius. Sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan seperti tomat, cabai dan seledri. Di sepanjang jalan menuju curug bertebaran beberapa warung yang menjajakan minuman susu murni dan tempe mendoan.

Mendoan merupakan makanan khas masyarakat Banyumas, yakni tempe tipis berbalut tepung kemudian digoreng setengah matang.

Objek wisata Curug Cipendok tak bisa dipisahkan dari legenda yang ada. Menurut legenda itu, dulu kala pernah hidup pasangan mirip kisah percintaan Romeo dan Juliet yakni Raden Ranusentika, seorang wedana di Ajibarang, dengan Dewi Mas Inten. Kala itu, Ranusentika mendapat perintah dari pemerintah Belanda agar memerintahkan masyarakat di sana kerja rodi membabat hutan. Anehnya, pohon-pohon yang sudah ditumbangkan itu pada keesokan harinya tumbuh lagi.

Dari sinilah, kemudian muncul Dewi Mas Inten yang bersedia membantu hingga keduanya saling jatuh cinta. Hingga kini situs peninggalan Raden Ranusentika bernama Watu Kunci dan Dewi Mas Inten dinamai Watu Gembok masih bisa disaksikan. Dewi Mas Inten sendiri dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai siluman kera. Keduanya berpisah ketika Ranusentika, atas keberhasilan membabat hutan, diangkat menjadi Bupati Purbalingga oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Curug Cipendok merupakan salah satu dari sekian banyak objek wisata yang dimiliki Perum Perhutani Unit I Jateng. Di kaki Gunung Slamet, Perhutani juga memiliki sejumlah objek wisata menarik seperti Baturaden, Telaga Sunyi, Pancuran Tujuh, Pancuran Tiga, Goa Serawabadak, Telaga Sunyi dan Bumi Perkemahan.

Sumber : republika.co.id

Tanggal : 3 Oktober 2017