"Loading..."

Lewat Saluran Radio, Perhutani Sosialisasikan Peduli Lingkungan Dengan Penghijauan di Ngawi

LAWU DS, PERHUTANI (6/11/2020) | Melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 FM Madiun yang disiarkan secara langsung dari Kantor KPH Lawu, Kamis (3/11), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mensosialisasikan gerakan peduli lingkungan hutan dengan penghijauan.

Dalam keterangannya Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Joko Mulato sebagai narasumber menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan penanaman pohon untuk mendukung kualitas lingkungan dengan melibatkan stakeholder seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pecinta Alam dan tokoh masyarakat setempat.

“Salah satunya yang sudah dilaksanakan bersama generasi muda di Kabupaten Ngawi dengan melakukan penanaman di kawasan hutan di wilayah Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara pada peringatan hari sumpah pemuda,” katanya.

Acara yang mengambil tema pemuda peduli lingkungan, kata Joko Mulato adalah kegiatan untuk melindungi hutan yang diikuti oleh sebanyak 150 orang yang dalam pelaksanaannya tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19.¬† “Penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Kami dari Perhutani siap tampil di depan, namun demikian tetap perlu dukungan masyarakat luas,” ujarnya

Selain Joko Mulato dalam siaran tersebut juga menghadirkan Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Utara Budi Prihartono yang wilayahnya menjadi lokasi penanaman dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda.  Budi menuturkan bahwa bantuan bibit pohon yang ditanam pada acara tersebut merupakan bantuan dari Bupati Ngawi dan Perhutani KPH Lawu Ds.

Kepada Reporter RRI Madiun Budi menyampaikan harapan dari kegiatan tersebut agar kedepan pohon yang sudah di tanam akan tumbuh baik dan berkembang sehingga berfungsi mencegah longsor, menjadi serapan air sehingga dapat bermanfaat untuk kebutuhan air di masyarakat sekitarnya.

“Jika hutan mengalami kerusakan akan berdampak pada terganggunya ekosistem yang bisa menimbulkan hilangnya sumber daya tanah, air, udara serta punahnya flora dan fauna,” pungkasnya. (Kom-PHT/Lwuds/Eko)

Editor : Ywn

Copyright©2020