"Loading..."

Magnet Baru Pegiat Olahraga Dirgantara

SUARAMERDEKA.COM (8/9/2020) | Selain dikenal sebagai kabupaten dengan seribu curug (air terjun), Banyumas kini juga semakin dikenal berkat keberadaan spot wisata dan olahraga dirgantara baru. Di Desa Petahunan dan Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, kini sedang booming dan menjadi jujukan pegiat paralayang, gantole hingga aeromodeling.

DESA yang berjarak 40 kilometer arah barat kota Purwokerto ini kini banyak didatangi oleh wisatawan lokal dan luar daerah yang ingin memacu adrenalin saat terbang menggunakan paralayang.

Dengan membonceng atlet paralayang, pengunjung bisa menikmati terbang di ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dari wisata Bukit Watu Kumpul Desa Petahunan dan mendarat di lapangan Desa Cibangkong, yang berada di bawahnya.

”Saya ikut terbang di atas ini selama sekitar 7 menit. Sambil deg-degan saya menikmati keindahan pemandangan mulai dari lembah, ngarai, awan-awan yang mengelilingi hijau bukit hutan pinus milik Perhutani Banyumas Barat, pedesaan serta tampak pemandangan Gunung Slamet di timur laut dan Gunung Sindoro Sumbing,” jelas Suharno (45) warga Ajibarang Wetan yang ikut terbang menggunakan paralayang itu.

Selain paralayang, beberapa waktu lalu juga telah diujicoba terbang gantole oleh para atlet gantole. Untuk tempat landas terbang inipun dilaksanakan di Bukit Watu Kumpul.

Para atlet ini berhasil mengendalikan angin untuk bisa mendarat di Lapangan Desa Cibangkong yang berjarak dua kilometer menurun dari bukit Watu Kumpul.

Untuk bisa ikut terbang menggunakan paralayang ini warga membayar mulai dari sekitar Rp 400 ribu. Dengan tarif tersebut para peserta mendapatkan jaminan keselamatan, keamanan hingga bisa berswafoto saat terbang.

Meski demikian, karena belum dibuka secara umum, wisata paralayang ini tetap diberlakukan ketentuan yang ketat bagi peminatnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta isteri Ernah Husein juga telah beberapa kali ikut terbang menggunakan paralayang ini.

Sebagai bentuk komitmen untuk mendorong olahragara dan wisata dirgantara ini, Bupati bahkan berjanji akan menggelontorkan dana hingga Rp 5 miliar untuk pembenahan lapangan landas terbang paralayang, gantole. Selain itu, Pemkab akan menjalin kerja sama dengan Perhutani sehingga akan lebih optimal.

”Bisa dibilang tempat ini menjadi surga yang sebelumnya tersembunyi. Namun akhiirnya potensinya untuk wisata dan olahraga dirgantara bisa tergali dan termanfaatkan saat ini. Kami akan dorong pengembangan ini untuk wisata hingga pembenihan atlet dirgantara asal Banyumas,” jelas Husein.

Ketua KONI Banyumas Bambang Setiawan yang ikut terbang tandem bersama atlet senior Banyumas, Muhibin mengatakan, ditemukannya tempat landas terbang dan mendarat di Desa Petahunan dan Cibangkong ini membuktikan upaya pegiat paralayang dan gantole yang didukung KONI Banyumas mencari lokasi tak sia-sia.

Melihat potensi wisata hingga olahraga dirgantara ini, pemerintah Desa Petahunan sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah hingga pihak terkait khususnya para atlet, KONI dan sebagainya.

Dirinya juga berharap kerjasama dengan Perhutani Banyumas Barat dalam pengembangan wisata ini bisa terus berlanjut dan saling menguntungkan.

”Apalagi selain Bukit Watu Kumpul yang saat ini identik dengan wisata dan olahraga dirgantara, di sini adalah air terjun bertangga tujuh Curug Nangga yang sudah dibuka terlebih dulu. Juga potensi pertanian, perkebunan dan peternakan yang bisa menjadi daya tarik wisata,” kata Kepala Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Rohmat Fadly.

Terus Berbenah

Pemerintah Desa Cibangkong juga terus berbenah untuk mengadakan sarana prasarana yang dibutuhkan antara lain tempat berteduh untuk peserta paralayang baik itu atlet, calon atlet maupun masyarakat penikmat dirgantara. Selain itu juga diperlukan dukungan lainnya sehingga lokasi ini bisa benar-benar representatif bagi masyarakat.

”Yang perlu diperhatikan juga adalah keberlanjutan olahraga wisata ini. Makanya selain dukungan sarana prasarana, pelatihan untuk mencetak atlet paralayang, gantole hingga aeromodeling dari warga lokal juga terus kita dorong. Jangan sampai kegiatan wisata dan olahraga hanya musiman saja,” jelas Kepala Desa Cibangkong, Sarwoto Aminoto.

Kemeriahan olahraga dirgantara itupun semakin terlihat ketika Minggu (6/9) kemarin berdatangan sejumlah klub aeromodelling dari wilayah Banyumas Raya di bawah binaan Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) TNI Lapangan Udara Jenderal Besar Soedirman Purbalinggan dan FASI Aeromodelling.

Untuk jenis pesawat aeromodeling yang diterbangkan kemarin antara lain pesawat RC remote control jenis engine, RC jenis helikopter, glider.

Turut hadir pula dalam kesempatan itu Ketua FASI aeromodeling Banyumas, Yoga dan Jawa Tengah sekaligus Soedirman Aeromodelling Club, Wihandaya.

”Kami sangat mengapresiasi kedatangan dan dukungan dari FASI Aeromodeling Banyumas dan Jawa Tengah. Sehingga selain kemeriahan paralayang yang terbang dari Watu Kumpul dan mendarat di sini. Di sini juga ramai dengan adanya aeromodelling. Semoga ke depan akan tumbuh atlet di sini dan menjadi kegiatan rutin wisata dirgantara,” jelas Sarwoto.

Sumber : suaramerdeka.com

Tanggal : 8 September 2020