TUBAN, PERHUTANI (31/12/2024) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban menerima kunjungan dari Mahasiswa IAIN Kediri pada 29 Desember 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan observasi penelitian mengenai keterlibatan perempuan dalam mengelola lahan untuk meningkatkan kesejahteraan. Lahan yang dijadikan objek penelitian adalah tanah DK (Djawatan Kehutanan) milik Perhutani Tuban yang dikelola oleh Paguyuban Perempuan Panceng, terletak di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Panceng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kranji. Lahan tersebut digunakan untuk budidaya sayur dan buah.
Kepala Perhutani Tuban, melalui Agus Susantoko selaku Kepala BKPH Kranji, menyatakan bahwa Perhutani selalu terbuka dalam mendukung kegiatan akademik, termasuk memberikan akses ke lokasi yang relevan untuk kegiatan penelitian mahasiswa. “Kami mendukung kegiatan akademik yang berfokus pada pengelolaan lahan dan keterlibatan masyarakat, terutama perempuan, dalam meningkatkan kesejahteraan. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi sarana komunikasi sosial yang baik antara Perhutani dan masyarakat,” ujar Agus.
Lahan seluas 0,2 hektar yang dikelola oleh Paguyuban Perempuan Panceng di tanah DK ini menjadi contoh nyata keterlibatan perempuan dalam pengelolaan lahan pertanian. Program yang dijalankan oleh paguyuban ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan hasil pertanian.
Sri Kurniasih, Ketua Paguyuban Perempuan Panceng, menyampaikan program-program yang telah dijalankan oleh paguyuban dan hasil yang dicapai selama setahun terakhir, termasuk penghargaan Juara 3 dalam Lomba Inovasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Pefi Kantor Pusat Perhutani pada tahun 2023.
Siti Latifah, salah satu mahasiswi dari IAIN Kediri, mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari bagaimana perempuan dapat berperan dalam meningkatkan taraf hidup mereka melalui pengelolaan lahan yang efektif dan berbagi pengetahuan dalam kelompok. “Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana perempuan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat dengan cara yang berkelanjutan,” tuturnya.
Kunjungan ini juga menunjukkan bagaimana Perhutani Tuban, dengan menyediakan lahan yang dikelola oleh Paguyuban Perempuan Panceng, berfungsi sebagai sarana untuk mempererat kerukunan, kebersamaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Kom-PHT/Tbn/ Yuli)
Editor : Lra
Copyright©2024