INILAHKORAN.COM, GARUT (28/8/2016) | Sejumlah mahasiswa Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mandalasari Kecamatan Kadungora beramai-ramai melakukan penanaman sekitar seribu bibit tanaman keras di sepanjang bantaran sungai Cigunung Agung.Penanaman bibit pohon terdiri antara lain pohon mahoni, sengon, dan trembesi dilaksanakan mulai Jumat (26/8/2016) itu digagas mahasiswa dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kelestarian lingkungan. Khususnya memelihara serta menjaga tanah darat dari gerusan aliran air sungai Cigunung Agung. Sekaligus merealisasikan Gerakan Penghijauan untuk Merah Putih.

Menurut Ketua KKN Mahasiswa Unla di Desa Mandalasari Mochammad Imam Taufiq, kegiatan penanaman bibit tanaman keras tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan mahasiswa. Juga mempertimbangkan pentingnya pemahaman masyarakat akan besarnya pengaruh pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan bagi kehidupan masyarakat.

“Kami melihat ada beberapa persoalan lingkungan, seperti terjadinya gerusan tanah di sekitar sungai, polusi limbah industri, dan sampah rumah tangga,” kata Imam, Minggu(28/8/2016).

Dia menyebutkan, bibit tanaman keras yang disebar secara gratis kepada warga Desa Mandalasari itu merupakan sumbangan dari Perum Perhutani Kawasan Pemangkuan Hutan Garut dan Dinas Kehutanan Kabupaten Garut.

Warga pun menyambut gembira pemberian bibit-bibit tanaman keras itu. Seperti dinyatakan Nanang (62). “Saya akan tanam bibit sengon ini di kebun dekat sungai,” ujarnya.

Kepala Desa Mandalasari Kartiwa pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya pun kini sedang berusaha menangani masalah limbah industri tahu serta sampah rumah tangga.

“Kegiatan para mahasiswa ini sejalan dengan agenda kita,” ujarnya. [hus]

Tanggal : 28 Agustus 2016
Sumber : Inilahkoran.com