"Loading..."

Menggali Potensi Geosite Dalam Kawasan Hutan Perhutani di Kebumen

KEDU SELATAN, PERHUTANI (19/02/2021) | Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, Komarudin bertemu dengan salah satu peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Geopark Karangsambung Husni Ansori di wisata Pentulu Indah Kebumen pada orientasi wilayah hutan di Kebumen, Kamis (18/02).

Dalam diskusinya, Komarudin menyampaikan bahwa kawasan geosite dalam hal ini hutan di wilayah Kebumen terutama di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Selatan berada pada bentang alam karst sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Ayah. Sejauh ini telah dikembangkan kerjasama pemanfaatan kawasan hutan bersama masyarakat yaitu kelola jasa lingkungan wisata alam.

“Potensi dikembangkannya wisata tidak hanya dari view-nya saja namun bisa mengusung konsep edukasi sehingga membangun kesadaran bagi para wisatawan untuk tetap menjaga kawasan hutan yang ada termasuk kawasan geosite agar tidak rusak dan tetap lestari. Pada prinsipnya Perhutani mendukung Geopark Karangsambung-Karangbolong menuju Geopark Global,” ujar Komarudin.

Peneliti LIPI Geopark Karangsambung, Husni Ansori pun sepakat dengan hal tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa Geopark Karangsambung-Karangbolong sangat unik karena bisa mengungkapkan sejarah bumi sejak 117 juta tahun yang lalu.

“Banyak lokasi geosite yang berada dalam kawasan hutan. Kedepan, dimungkinkan Badan Geopark akan mengajukan kerjasama atau MoU dengan Perhutani. Disamping aspek konservasi dan aspek edukasi, dari aspek perekonomian masyarakat desa sekitarnya juga akan meningkat,” ujar Husni.

Tidak main-main ekosistem karst dalam wilayah Perhutani KPH Kedu Selatan seluas 2.464,1 Ha masuk dalam Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Forest) dengan kriteria terancam dan/atau langka. Bentukan geosite di KPH Kedu Selatan berupa perbukitan karst berasal batu gamping terumbu, goa berair seperti Gua Petruk serta mata air. Hal ini sudah tentu menjadi tanggung jawab bersama baik Perhutani, instansi terkait juga masyarakat sekitar desa hutan untuk tetap menjaga dan melestarikannya. (Kom-PHT/Kds/Ken)

Editor : Ywn
Copyright©2021