"Loading..."

Menhut Serahkan Penghargaan Wana Lestari kepada 69 Pahlawan Penghijauan

KBRN, Jakarta : Indonesia saat ini telah berhasil menekan laju deforestasi atau penebangan hutan, dari 1,5 juta hektar pada tahun 2009 menjadi 400 ribu hektar pertahun. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat baik dalam meningkatkan peran hutan tanaman rakyat dalam perbaikan kualitas lingkungan maupun pemenuhan bahan baku industri kayu.
Hal itu dikemukakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada temu wicara dan penyerahan penghargaan pemenang lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari tahun 2012 di ruang Rimbawan gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (14/8).
Menurut Menhut, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2009 menyebutkan terdapat 70.000 desa di tanah air yang mata pencarian penduduknya bergantung pada sumber daya hutan.
Merekalah yang menjadi sasaran program pemberdayaan masyarakat Kementerian Kehutanan, diantaranya melalui, Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Rakyat Kemitraan, Hutan Desa (HD), Desa Konsevasi, Kebun Bibit Rakyat (KBR), Pemanfaatan jasa lingkungan dan penyediaan kredit dana bergulir melalui pusat pembiayaan kredit dana bergulir pembiayaan pembangunan hutan.
“Semua program tersebut akan sukses bila dilakukan melalui partisipasi dan kolaborasi bersama masyarakat yang diharapkan pada tahun 2030 mampu menciptakan kelembagaan pengelolaan kawasan hutan yang berbasis pada komunitas lokal yang bertumpu pada pilar ekonomi dan budaya masyarakat setempat,” ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, kepada wartawan selesai temu wicara dan penyerahan penghargaan pemenang lomba penghijauan dan konservasi alam Wana Lestari tahun 2012 tersebut.
Sementara, 69 pemenang lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari tahun 2012 itu, terdiri dari Penyuluh Kehutanan, Kelompok Tani, Lurah/Kepala Desa, Guru/Sekolah, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Kader Konsevasi Alam, Kelompok Pencinta Alam, Polisi hutan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan BKPH, RPH, LMDH Perum Perhutani.
Pemenang lomba selain mendapatkan piala juga mendapatkan uang pembinaan. (Waddi/BCS)