"Loading..."

Menikmati Sensasi Berlibur di Sumur Minyak Tua

JPNN.COM, BOJONEGORO (6/5) | Jika kebetulan ke Bojonegoro, Jawa Timur, usahakan mampir juga ke destinasi wisata terbaru yang ada di sana. Dijamin berbeda dari lokasi lain. Sebab, tempat wisata bernama Petroleum Geoheritage Wonocolo tersebut berdiri di lahan sumur minyak tua.
Selain bisa menikmati aktifitas penambangan minyak tradisional, di kawasan seluas 50 hektar ini juga telah dilengkapi dua gardu pandang dan rumah singgah yang sekaligus menjadi museum.
Desa Wisata Petroleum Geoheritage Wonocolo selain menjual wisata petualangan lewat penyediaan jalur untuk sepeda gunung, motor trail, dan mobil off road, juga memiliki keunikan karena memiliki lebih dari 700 sumur minyak tua yang dikelola secara tradional oleh warga.
Dari penjelasan pakar geologi, kawasan Wonocolo  menjadi satu-satunya di dunia dimana produksi minyak masih keluar pada ketinggian di puncak-puncak bukit selama 122 tahun, dari tahun 1894 hingga kini.
Pekan lalu Bupati Bojonegoro Suyoto, Presiden Direktur Pertamina EP Rony Gunawan, dan Wakil Kepala Perhutani KPH Cepu memencet tombol sirine sebagai penanda soft launching Petroleum Geoheritage Wonocolo sebagai obyek wisata.
Sementara dalam kegiatan kegiatan soft launching yang berpusat di kawasan sumur tua titik D 138, Bupati Bojonegoro yang punya panggilan akrab Kang Yoto mengatakan, Wonocolo bukan sekadar nama desa, tetapi merujuk pada struktur batuan yang mengandung minyak.
“Di daerah lainnya, untuk menghasilkan minyak pada lapisan Wonocolo harus ngebor hingga kedalaman 2 sampai 3 KM, tetapi di Wonocolo yang berbukit-bukit di ketinggian ini, minyak bisa diproduksi hanya pada kedalaman ratusan meter,” kata Kang Yoto.
Karunia ini, lanjut Kang Yoto harus dipelihara supaya kandungan minyaknya tidak cepat habis. Tujuannya, kegiatan penambangan minyak secara tradisonal bisa dinikmati dalam jangka waktu lebih panjang sehingga Wonocolo menjadi Desa Wisata yang punya daya tarik sangat tinggi bagi wisatawan.
Kang Yoto menegaskan, keberadaan wisata sumur tua di Desa Wonocolo tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar supaya tidak hanya mengandalkan dari penambangan minyak di sumur tua itu saja.
Sementara itu, pihak Pertamina EP berjanji akan membantu memberikan pelatihan dan pendampingan ke penduduk untuk menjadi pramuwisata yang baik.
“Kita menfasilitasi untuk pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan dan termasuk juga nanti pelatihan ke penduduk,” ungkap Direktur Utama PT Pertamina EP Rony Gunawan. ????(jpnn/pda)
Tanggal  : 6 Mei 2016
Sumber  : jpnn.com