"Loading..."

Menko Kemaritiman dan Menparekraf Dukung Pengembangan Ecotourism Borobudur Highland di Kawasan Hutan Perhutani

KEDU SELATAN, PERHUTANI (13/03/2021) | Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi destinasi pariwisata super prioritas di wilayah Borobudur, Glamourous Camping (Glamping) Deloano yang masuk Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Purworejo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan dan wilayah administratif Desa Sedayu, Kecamatan Loano, kabupaten Purworejo, Jum’at (12/03).

Turut dalam rombongan, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani Endung Tri Hartaka, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Oman Suherman, dan Administratur KPH Kedu Selatan Komarudin.

Glamping Deloano merupakan bagian wana wisata Menoreh View yang masuk Zona Otorita Pariwisata Borobudur sesuai PerPres Nomor 46 Tahun 2017. Zona otorita Borobudur seluas 309 Ha, dan  259,5 Ha nya merupakan lahan kerjasama pemanfaatan wisata alam antara BOB dengan Perhutani, sedangkan sisanya berstatus Hutan Pengguna Lain (HPL) atau hak pengelolaan BOB yang sedang dalam proses Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH).

Administratur KPH Kedu Selatan, Komarudin selaku pemangku wilayah saat persiapan menyambut rombongan menyampaikan Perum Perhutani khususnya KPH Kedu Selatan menyambut baik adanya rencana pengembangan wisata di kawasan Otorita Borobudur.

“Kita mengetahui Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang diburu para turis baik dalam negeri ataupun luar negeri. Tentu diperlukan pengembangan wisata ke wilayah sekitarnya sehingga akan membantu pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan hutan di RPH Loano BKPH Purworejo kondisinya sangat baik dan terjaga kelestariannya. Harapan ke depan akan tumbuh wisata berbasis hutan dan alam yang berkelanjutan. Kami siap bersinergi dengan Masyarakat Desa Hutan dan semua pihak yang mendukung majunya wisata Indonesia,” kata Komarudin.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita menjelaskan bahwa kunjungan para Menteri diprioritaskan pada peninjauan dan pembahasan seperti pembuatan gerbang masuk di area pasar Plono, pengecekan jalan dari pasar Plono menuju ke area BOB dan lokasi pembangunan jembatan menuju ke kawasan. Indah juga berharap agar pada area kawasan Deloano, proses TMKH dan kerjasama antara Perhutani dan BOB bisa segera direalisasikan.

Menparekraf, Sandiaga Uno mengapresiasi pengembangan Borobudur Highland berbasis ecotourism.

“Ini adalah era baru wisata berbasis nature dan budaya yang akan mempercepat prosesnya sebagai salah satu ecotourism berkelanjutan. Pembenahan akan terus dilakukan untuk membangkitkan kembali sektor wisata. Semoga akan membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitarnya,” ujarnya. (Kom-PHT/Kds/Ken)

Editor : Ywn
Copyright©2021