"Loading..."

Milenial Perhutani Berinovasi : Sawah, Masalah Jadi Rupiah

JAKARTA, PERHUTANI (16/8/2020) | Perwakilan milenial Perum Perhutani meraih juara kedua kategori business strategy dalam ajang Millennial Innovation Summit yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan judul inovasi “Sawah, Masalah Jadi Rupiah”,

Perhutani mengirimkan 2 (dua) perwakilannya yaitu Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bluluk Munawar Sukowati dan Expert Muda Sales Executive Doddy Juli Irawan. Inovasi yang diajukan berupa pemanfaatan kawasan hutan bersama masyarakat, yang telah diimplementasikan di BKPH Bluluk, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, Jawa Timur.

Munawar Sukowati menjelaskan dari luas 3.358,7 Ha BKPH Bluluk, sebanyak 41% atau 1.392,9 Ha merupakan penggarapan sawah di dalam hutan. Di satu sisi masyarakat membutuhkan lahan yang digarap namun disisi lain menimbulkan dampak diantaranya tanaman gagal tumbuh sesuai harapan dan berpotensi terhadap kerusakan hutan dan ekologi yang bisa menyebabkan rawan bencana.

“Berusaha merubah mindset pengelolaan hutan yang menyesuaikan dengan kondisi lahan, untuk itulah kayu putih kami lihat sebagai solusi, dimana kayu putih dapat bertahan pada lahan becek, cepat dipanen dan petani dapat menggarap lahan dengan tanaman pertanian yang sesuai. Selain itu juga meningkatkan produktivitas dan kualitas ekologi lahan”.

Doddy Juli Irawan menambahkan bahwa Perhutani selama ini mengedepankan metode pendekatan sosial untuk menumbuhkan empati masyarakat agar tergerak mendukung Perhutani dan turut serta menjaga kelestarian hutan. Masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi untuk peningkatan kesejahtaeraan.

“Peluang pasar minyak kayu putih masih sangat tinggi, dimana kebutuhan dalam negeri kurang lebih 3.500 ton per tahun dan baru tercukupi 600-700 ton, selebihnya masih impor, dan akhir-akhir ini diketahui bahwa minyak kayu putih memiliki potensi untuk menghambat penyebaran covid-19”

Dari hasil penerapan inovasi tersebut penanaman kayu putih diproyeksikan dapat menyelesaikan permasalahan sawah hingga 1.392,90 Ha di tahun 2022, dengan proyeksi menambah pendapatan sebesar Rp 8,5 Miliar pada tahun 2025.

Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani Asep Rusnandar menyampaikan Perhutani memberikan ruang dan dukungan bagi para milenial untuk mengembangkan diri dan berinovasi menjadi lebih professional.

“Perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik sangat diharapkan hadir dari milenial, yang tentunya sejalan dengan tujuan pada misi Perhutani, yaitu mengelola hutan secara lestari, bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan lingkungan serta mengoptimalkan bisnis kehutanan”. (Kom-PHT/PR/2020-VIII-23)

 

Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi:
Asep Rusnandar – Sekretaris Perusahaan
Telp. (021) 5721282
Fax. (021) 5743579
Informasi tambahan Perum Perhutani di www.perhutani.co.id