"Loading..."

Nyaris Capai Skor Sempurna, Ranca Upas Sukses Raih Predikat Indonesia Care

BANDUNG, PERHUTANI (1/12/2020) | Melanjutkan Program Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) beberapa hari lalu di Cikole Jayagiri Resort dan Curug 7 Cilember, Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Perhutani Divisi Regional Jabar dan Banten (Divre Janten) kembali mendaftarkan lokasi wisata lainnya yaitu Ranca Upas yang berlokasi di Ciwidey, Bandung, Senin (30/11).

Sama halnya dengan sertifikasi yang sudah dilakukan di kedua lokasi sebelumnya, Ranca Upas juga turut berupaya dalam memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa produk dan layanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Hasilnya, berdasarkan penilaian dari 84 indikator  yang sudah ditetapkan,  Ranca Upas berhasil memenuhi  83 indikator dengan skor 99% dan mendapatkan predikat “direkomendasikan” dengan labelling “Indonesia Care” dari Kemenparekraf.

Kegiatan audit sertifikasi CHSE ini dihadiri oleh Manager Keuangan, SDM, Umum, Legal dan Manajemen Resiko Noor Rochim, Cluster Manager Ciwidey Trisna Mulyana, Asisten Manager Planning, Product and Development Martin Haris Kusnandar, Supervisor Administrasi Cluster Ciwidey, Mokhammad Arief Nurhidayat beserta Tim Marketing KBM Ecotourism dan pihak auditor MAL, Adhitya Putra Pratama.

Manager Keuangan, SDM, Umum, Legal dan Manajemen Resiko, Noorochim mewakili General Manager KBM ecotourism Agus Mashudi, dalam sambutannya mengungkapkan dengan adanya sertifikasi CHSE di Ranca Upas mampu mendatangkan manfaat, baik untuk pengunjung maupun pengelola lokasi wisata Ranca Upas.

“Tentunya dengan mengikuti program sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf ini akan meningkatkan daya saing wisata Ranca Upas serta memberikan dampak positif bagi pengunjung, dimana pengunjung diberikan jaminan keamanan dan kenyamanan selama berwisata. Selain itu, bagi pengelola akan menjadi pedoman dalam meningkatkan tata kelola wisata,” jelasnya.

Sementara itu, diakhir kegiatan auditor MAL, Adhitya Putra Pratama menjelaskan bahwa audit memang dilaksanakan secara rinci dan diusahakan untuk memenuhi indikator yang sudah ditetapkan. Sehingga untuk kedepannya verifikasi lanjutan bisa berjalan dengan lebih mudah.

“Saya di sini membimbing pengelola dalam memenuhi tiap indikator CHSE yang sudah ditetapkan, sehingga nanti saat ada verifikasi lanjutan oleh Kemenparekraf dapat berjalan lebih mudah dan lokasi wisata terus mengalami peningkatan pelayanan,” paparnya. (Kom-PHT/DivreJanten/RS)

Editor : Ywn
Copyright©2020