"Loading..."

PAUD Tunas Rimba Randublatung Maksimalkan Fase Golden Brain Anak

Pola pembinaan  anak pra sekolah hendaknya dilakukan secara berkesinambungan antara orangtua dan guru disekolah, sehingga  anak menjadi terarah dan tidak bingung dalam menerima semua perintah. Demikian ini materi pada pertemuan Kelompok Pertemuan Orang tua murid (KPO) dengan Ketua Himpunan PAUD Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Blora di PAUD Tunas Silva Randublatung, kompleks sekolah milik Perhutani KPH Randublatung.

Ketua Yayasan Tunas Rimba Perhutani Randublatung Ny .Tri Setya Pratama mengatakan pertemuan dengan orang tua murid tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mesinkronkan pola mendidik antara guru pendamping anak disekolah dengan orantua dirumah sehingga anak – anak bisa termotivasi dalam segala tindakan yang ada dirumah

“Pembelajaran pada anak yang masuk dalam fase gold brain tidak bisa dilakukan di sekolah saja, namun orang tua yang berada di sekeliling anak tersebut juga ikut memberikan andil yang besar terhadap perkembangan jiwa dan pola pikir, dan pendidikan dirumah bisa dilakukan kapan saja dengan metode yang pas bagi anak – anak,“ lanjutnya.

Sementara itu narasumber, Siti Nurul Qoirina juga mengatakan bahwa dalam mendidik anak yang berlu diperhatikan ada tiga hal pokok diantaranya Observasi atau pengamatan terhadap potensi dan bakat pada anak, kemudian Explore yaitu memacu agar anak bisa lebih mampu dalam megolah dan memajukan kemampuan dengan bimbingan orang tua serta Development atau pengembangan potensi  anak untuk diamati dan ditumbuh kembangkan.  Dalam hal ini peran orangtua dan guru serta lingkungan sangat dominan terhadap perkembangan anak ke depan

“Pola pendidikan anak dengan tiga hal tersebut saling terkait karena melalui pengamatan, kemudian pengarahan yang baik serta pengembangan bakat dan kemampuan anak ditambah dengan faktor lingkungan dari orang tua dan teman bermain dapat mempengaruhi perkembangan perilaku anak, orang tua jangan terlalu banyak melakukan intervensi terhadap anak, karena hal tersebut bisa menjadikan anak jadi ragu bahkan takut untuk berbuat sesuatu yang menurut mereka baik dan memotivasi bagi mereka sangat penting.”  Rina juga mewanti–wanti bahwa anak tidak mungkin tumbuh berkembang dengan sendirinya tanpa bimbingan orang tua, jikalau bisa itupun nantinya tidak akan terarah dengan baik.

Dari pertemuan dengan orang tua tersebut diharapkan ada komunikasi yang baik antara anak didik, orang tua dan guru sehingga ada kesinambungan antara pola pengajaran dibangku sekolah dan dirumah.

“Pendidikan anak bukan hanya dibangku sekolah saja, namun peran orang tua dalam mengamati, memotivasi serta mengembangkan dan mengarahkan kemampuan mereka menjadi harapan yang baik untuk masa depan” kata Siti Nurul Qiorina.( Hms KPH RDB )

Share: