"Loading..."

Perhutani adakan Kick Off Full Aplikasi DILAN

JAKARTA, PERHUTANI (02/12/2020) | Perum Perhutani mengadakan Kick Off Meeting penggunaan aplikasi ‘DILAN’ (persediaan dan penjualan) yang dilaksanakan di Kantor Pusat Perum Perhutani Ruang Rapat lt.20 dan secara virtual conference  pada Rabu (02/12).

Aplikasi DILAN merupakan bentuk kolaborasi dari 3 (tiga) divisi yaitu, divisi produksi dan industri, divisi pemasaran, dan divisi IT untuk menjawab tantangan terkait penjualan dan inventori produk gondorukem, terpentin, dan derivat (GTD).

Acara ini dihadiri oleh segenap BoD (Board of Director), Kepala Divisi Regional, Kepala Divisi Kantor Pusat, Administratur, General Manager Industri Hasil Hutan, General Manager Penjualan, Kepala Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT), dan pengguna aplikasi DILAN.

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Produk GTD memberikan kontribusi sebesar 40% pendapatan Perusahaan. Pengelolaan hulu-hilir, Inventori sampai dengan penjualan masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan sulit melakukan monitoring, tracking dan proses rekapitulasi untuk mendapatkan data yang baik dan benar.

Wahyu menjelaskan bahwa bisnis proses penjualan dan pergudangan saat ini masih belum seragam dan sering terjadi ketidakcocokan alokasi dan reservasi persediaan inventori misalkan penjualan dari dalam maupun luar negeri, demikian juga tentang status persediaan dan penjualan sulit dipantau secara real time sehingga proses manual sangat mungkin terjadi human error.

“Maka bersama ini saya minta komitmen seluruh jajaran perhutani, baik BoD, Kadivre, Kadiv Kantor Pusat beserta seluruh jajaran untuk fokus dan mengerahkan seluruh sumberdaya yang dimiliki tentunya untuk mensukseskan implementasi dalam penggunaan aplikasi DILAN,” ungkap Wahyu.

Pada kesempatan yang sama Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Ahmad Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada penemu istilah DILAN sehingga mudah diingat karena sangat millenial. Ia juga menambahkan bahwa aplikasi DILAN dapat mengakomodasi bisnis proses, “best practice” untuk proses Marketing, Sales, Inventory/Warehouse, Shipment, Invoice & Payment serta alur prosesnya mengikuti sistem sehingga terkendali secara otomatis yang tadinya manual digantikan dengan sistem sehingga proses menjadi terstandar.

“Dengan kick off ini, kita harus berani meninggalkan proses yang manual, komitmen untuk menggunakan ‘DILAN’, oleh karena itu kedisiplinan dari rekan-rekan yang terlibat dalam proses menjadi sangat penting”, jelas Ibrahim. (Kom-PHT/Kanpus/AS)

Editor : Ywn
Copyright©2020