"Loading..."

Perhutani Berikan Materi Pelatihan Budidaya Tanaman Porang di Desa Bandungan Saradan

SARADAN, PERHUTANI (20/12/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan memberikan materi budidaya tanaman porang kepada masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Jati Waluyo pada kegiatan pelatihan yang bertema ‘Pelatihan Tepat Guna Budidaya Tanaman Porang’ bertempat di Balai Desa Bandungan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun pada Jum’at (20/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bandungan, Hudi Utomo, Ketua LMDH Wono Jati Waluyo Eko Pujianto, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa bandungan, Agung Wahono dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Bandungan, Asep Febra Ardianto dengan diikuiti oleh segenap masyarakat Desa Bandungan, pengurus LMDH Wono Jati Waluyo.

Administratur KPH Saradan, Noor Rochman yang diwakili oleh Siswoyo selaku Kepala Sub Seksi (KSS) Komunkasi Perusahaan mengatakan bahwa LMDH Wono Jati Waluyo merupakan mitra KPH Saradan yang beranggotakan sebanyak 750 orang dan mempunyai Hutan Pangkuan Desa (HPD) seluas 1.200 ha yang belum dioptimalkan sepenuhnya dengan tanaman porang.

“Dengan adanya pelatihan budidaya tanaman porang ini kami sangat mendukung dan akan membantu untuk memfasilitasi agar kerjasama antara Perhutani dengan LMDH Wono Jati Waluyo sehingga mampu mendatangkan keuntungan pada kedua belah pihak,” ujar Siswoyo.

Pada pelatihan tersebut masyarakat diberikan materi bagaimana membedakan antara jenis tanaman porang dengan tanaman walur, iles-iles dan suweg karena tanaman ini sejenis (satu spicies) agar petani tidak keliru. Selain itu juga bagaimana cara memilih bibit umbi porang, mempersiapkan lahan, cara menanam bibit porang, cara pemeliharaan, cara memanen porang dan berikut pemasarannya.

Sementara itu Kepala Desa Bandungan, Hudi Utomo mengatakan bahwa tujuan kegiatan pelatihan tersebut untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat bagaimana cara budidaya tanaman porang untuk dapat mendongkrak pendapatan masyarakat desa Bandungan.

Dia menambahkan jika masyarakatnya tinggal dipinggir kawasan hutan dan mayoritas berprofesi sebagai petani, “Maka kita harapkan masyarakat kita mampu untuk menjadi petani yang mempunyai orientasi bisnis dalam bidang agroforestry tanaman porang,” tutupnya. (Kom-PHT/Srd/Swn)

Editor : Ywn

Copyright©2019