"Loading..."

Perhutani Bersama Disbudpar Garut Sosialisasikan Protokol Covid-19 New Normal Ke Mitra Wisata

GARUT, PERHUTANI (1/6/2020) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut dan Dinas Pariwisata Kabupaten Garut adakan sosialisasi Protokol Covid-19 the New Normal bertempat di Aula Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Garut, Senin (1/6).

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Gangan Gumilar beserta jajarannya, Kepala Sub Seksi (KSS) Komunikasi Perusahaan & Pelaporan Perhutani KPH Garut Iman Nurdin Perwakilan Pengelola Hotel dan Pengelola  Restoran (PHRI) Kabupaten Garut, Himpunan Pengusaha Travel Garut dan Pengelola Wisata Papandayan, Cikemulan, Cangkuang Situ Bagendit.

Administratur KPH Garut Nugraha diwakili Iman Nurdin mengatakan bahwa kawasan hutan KPH Garut yang dikerjasamakan pengelolaannya dengan mitra  sudah membuat SOP kerjasama wisata untuk penetapan rencana sosialisasi Protokol Covid-19 the new normal.

Iman menambahkan selama pandemi covid-19 ini, semua lokasi wisata yang berada di KPH Garut ditutup, Berdasarkan surat edaran dari Kepolisian RI, surat Kementrian BUMN, dan Surat Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten.

Ditempat yang Sama kepala Disbudpar Kabupaten Garut Gangan Gumilar menyampaikan harapannya untuk pelaku Usaha Pariwisata agar membuat Standar Operasional Prosedure (SOP) dengan ketentuan harus meliputi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Setiap usaha pariwisata wajib menyediakan alat pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan dan sabun atau Hand Sanitizer, pengelola dan pengunjung menggunakan masker dan face shield” Tegasnya

Gangan juga berpesan agar setiap tamu wajib mengikuti protokol covid-19 dari pengelola, tamu yang check in atau datang  melakukan pengecekan suhu, membersihkan tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer dan tamu hotel harus memakai masker.

“membatasi jumlah tamu hotel maksimum 50% kapasitas fasilitas hotel yang tersedia dan untuk Restoran dan rumah makan diperbolehkan melakukan aktivitas pelayanan ditempat maximum 30% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia, sedangkan untuk yang take away dengan physical distancing (jaga jarak dan tidak boleh berkerumun).”pungkasnya (Kom-PHT/Grt/Imn).

Editor : Ywn

Copyright©2020