"Loading..."

Perhutani Bersama LMDH Resmikan Wana Wisata Raden Sekar Park di Madiun

MADIUN, PERHUTANI (12/12/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Risqi Abadi Desa Krandinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun melakukan pembukaan perdana (Grand Opening) Wana Wisata Raden Sekar Park di Madiun, Sabtu (12/12).

Pembukaan wisata  yang berlokasi di petak 104c wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak Merang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dagangan KPH Madiun tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Madiun, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Camat Dolopo, Danramil Dolopo, Kapolsek Dolopo, Kepala Desa Kradinan, Ketua dan pengurus beserta anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Risqi Abadi serta Masyarakat sekitar Lokasi Wana Wisata Raden Sekar Park.

Dalam Sambutannya Administratur KPH Madiun Wakhid Nurdin menuturkan, bahwa pengelolaan kehutanan harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat agar memperoleh manfaat secara ekonomi.

Menurutnya tujuan pengembangan wana wisata Raden Sekar Park ini selain untuk menjaga kelestarian hutan juga pemanfaatan potensi jasa lingkungan, di kawasan hutan Perhutani Madiun. Masih banyak potensi-potensi wisata yang ada di wilayah KPH Madiun yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan masih perlu digali potensinya untuk dikembangkan sebagai objek wisata baru.

“Kami berharap pengelolaan jasa lingkungan kedepan harus dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah dan prinsip kelestarian hutan,” Imbuh Wakhid.

Sementara Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Bidang Wisata Sumedi mengaku, bahwa ia sudah melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang layak untuk dijadikan rintisan wisata dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya di wengkonnya. Menurut Sumedi upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi dan manfaat hutan sebagai Wana Wisata berbasis masyarakat dan atau organisasi masyarakat seperti karang taruna juga Pokdarwis.

“Dengan keterlibatannya tersebut, masyarakat dengan sendirinya merasa ikut memiliki hutan dan akhirnya tumbuh rasa kepedulian untuk menjaga dan merawatnya, sehingga hutan akan aman dan lestari,” terangnya. (Kom-PHT/Mdn/Yud)

Editor : Ywn

Copyright©2020