"Loading..."

Perhutani Bersama Stakeholder Kembangkan Sakura Prunus caerasoides di Gunung Lawu

SURAKARTA, PERHUTANI (24/12/2020) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta bersama civitas Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPPTPDAS) Surakarta melakukan penanaman pohon Sakura bersama di Taman Sakura Lawu (Sakral), Cemoro Kandang, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blumbang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/12).

Acara dihadiri oleh Administratur KPH Surakarta Sugi Purwanta, Kepala BPPTPDAS Surakarta Slamet Edi Sumanto, Peneliti BPPTPDAS Pamungkas Buana Putra, Junior Manager Bisnis (JMB) Yohanes Cahyo, Kepala Sub Seksi (KSS) Komunikasi Perusahaan Kusdaryono, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Utara Widodo, Jajaran BPPTPDAS serta jajaran BKPH Lawu Utara.

Tujuan diadakannya penanaman pohon Sakura, selain dalam upaya penghijauan Gunung Lawu juga menambah koleksi pohon Sakura yang sudah ada sejak tahun 2018. Pohon Sakura yang ditanam berjenis Prunus Cerasoides sebanyak 31 batang dengan tinggi pohon antara 1,5 – 2 meter. Asal Sakura jenis ini diambil dari Kebun Raya Cibodas – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Administratur KPH Surakarta, Sugi Purwanta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman saat ini adalah kelanjutan dari penanaman sebelumnya yang dilaksanakan tahun 2018 bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bahkan pertengahan tahun 2020 yang lalu Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga menanam tanaman Sakura di lokasi ini.

Sugi juga menjelaskan bahwa kawasan Taman Sakral mulai dibangun pada tahun 2017 yaitu kerjasama antara Perhutani KPH Surakarta, BPPTPDAS, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Biologi Univeristas Sebelas Maret Surakarta, Kebun Raya Cibodas LIPI dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Sinergitas tersebut bertujuan agar nantinya kawasan ini dapat dikembangkan sebagai wahana riset dan edu-ekowisata berbasis konservasi ex-situ berbagai ragam jenis pohon Sakura.

Kepala BPPTPDAS, Slamet Edi Sumanto menyampaikan apresiasi atas kinerja para pihak sehingga kegiatan penanaman lanjutan ini terlaksana dengan baik untuk mendukung Taman Sakral.

Ditempat yang sama, peneliti BPPTPDAS yang juga koordinator pembangunan Taman Sakura, Pamungkas Buana mengatakan bahwa milestone selanjutnya di Taman Sakral akan ditanam ragam jenis tanaman sakura termasuk yang jenis asli Indonesia. (Kom-PHT/Ska/Ipk)

Editor : Ywn

Copyright©2020