"Loading..."

Perhutani Bersama Stakeholder Tanam Buah-buahan di Lokasi RHL Majalengka

MAJALENGKA, PERHUTANI (04/11/2020) | Dalam rangka mendukung keberhasilan tanaman dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Majalengka bersama stakeholder melaksanakan penyulaman tanaman buah-buahan jenis mangga, kopi dan petai di petak 3 blok Pancurendang Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pancurendang, Bagian Kesatuan pemangkuan Hutan (BKPH) Majalengka, masuk wilayah Kelurahan Babakanjawa Kabupaten Majalengka, Senin (3/11).

Acara ini diikuti oleh Administratur KPH Majalengka Andi Mulya dan jajaran KPH Majalengka, Penyuluh Kehutanan Majalengka Yoyon berserta jajaran, Tim Pengendali dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VIII, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Raya Lestari Omo Sarma dan LMDH Mekarjaya Eye, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPI Ahdi, serta masyarakat petani hutan anggota LMDH.

Administratur KPH Majalengka, Andi Mulya menyatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperoleh persen tumbuh tanam di lokasi RHL yang baik dan maksimal. Ia menambahkan yang harus menjadi perhatian yaitu tata waktu penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan serta penjagaan dan perawatan bibit yang sudah ditanam perlu terus dipantau dan dievaluasi persen tumbuh tanaman mangga dan buah-buahan lainnya. Ia berharap dengan penyulaman ini maka tanaman bisa tumbuh baik dengan jarak yang sudah ditentukan, juga bisa memulihkan kondisi Hutan Lindung sehingga dapat berfungsi kembali sebagai hutan yang bisa memberikan manfaat secara ekologi, ekonomi, sosial secara seimbang dan optimal.

“Tanaman buah-buahan akan menjadi aset masyarakat petani yang memperoleh hak garap lahan sesuai andilnya masing-masing dan ketika nanti berbuah dapat menjadi tambahan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraaannya,” jelasnya.

Ketua LMDH Rimba Raya Lestari, Omo Sarma menyambut baik kegiatan penanaman ini. Ia berharap hutan di wilayah BKPH Majalengka bisa kembali hijau dengan tanaman buah-buahan yang sekaligus bermanfaat untuk perekonomian masyarakat. Selain itu petani penggarap hutan bisa menanam dan membudidayakan tanaman porang dibawah tegakan karena mempunyai nilai ekonomis dan laku dipasaran sehingga bisa menjadi salah satu usaha meningkatkan pendapatan keluarga di masa yang akan datang. (Kom-PHT/Mjl/AW)

Editor : Ywn
Copyright©2020