BANDUNG SELATAN, PERHUTANI (08/04/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan terus melakukan penghijauan lingkungan salah satunya melalui program penanaman 1.000 bibit pada lokasi seluas 10 Ha yang dilakukan pada Sabtu (06/04) di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wayang Windu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pangalengan bersama Komandan Sektor (Dansektor) Pembibitan Citarum harum dan anggotanya yang merupakan unsur TNI Kodam III Siliwangi untuk program penghijauan Citarum, serta mayarakat sekitar Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Jenis bibit yang ditanam diantaranya adalah Manglid, Eucalyptus, Pinus, Rasamala dan pohon endemik lain asal Jawa Barat. Tujuan digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk menghijaukan kembali hutan di KPH Bandung Selatan, mencegah bencana alam longsor dan banjir, memelihara sumber daya alam, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan.

Administratur KPH Bandung Selatan Tedy Sumarto sebagai Kepala Pelaksana Gerakan Menanam Bibit Pohon mengharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan penanaman tersebut masyarakat akan menyadari bahwa hutan adalah sebagian dari kebutuhan pokok kehidupan manusia yang sangat penting dalam hal kenyamanan lingkungan, pemenuhan kebutuhan air, dan peningkatan taraf hidup manusia.

“Kami berharap masyarakat sekitar hutan tergugah kesadarannya untuk bersama-sama memelihara dan menjaga keberadaan hutan serta fungsinya,” kata Tedy.

Dansektor Pembibitan Citarum Harum, Haerul Anam menuturkan pentingnya mengjijaukan hutan dan mengajak semua pihak untuk terus menerus menghidupkan gerakkan menanam pohon. Ia juga mengatakan bahwa manfaat dari kegiatan ini sangat banyak bagi keberlangsungan hidup warga maupun keseimbangan alam apalagi melihat kondisi hutan Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan akibat kebakaran hutan, pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan, populasi pertumbuhan penduduk yang meningkat, dimana kebutuhan tempat tinggal dan kepentingan bisnis makin tak terkendali, sehingga lambat laun lahan semakin sempit dan hutan-pun terkena dampaknya.

“Saya berharap, kegiatan ini jangan hanya semata-mata menjalankan instruksi atau perintah dari atasan saja akan tetapi harus benar-benar sadar akan tujuan menanam pohon atau penghijauan ini,” tuturnya. (Kom-PHT/Bds/SR)

 

Editor : Ywn
Copyright©2019