"Loading..."

Perhutani Dampingi LMDH Lakukan Pra Vertek Pengajuan Kemitraan Kehutanan

LAWU DS, PERHUTANI (29/10/20) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mendampingi LMDH di wilayahnya untuk melakukan pra verifikasi teknis (Vertek) pengajuan Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Selasa (27/10).

Hadir dalam Verifikasi Teknis Kepala Sub Seksi Komunikasi Perusahaan KPH Lawu Ds Subani, Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Lawu Utara Budi Prihartono, Kepala Desa Sumbersari, Suwarno Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),  Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Lestari dan Pendamping KTH wana Lestari.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Lawu Ds melalui Asper BKPH Lawu Utara, Budi Prihartono mengatakan bahwa untuk pengajuan Kulin KK di wilayah KPH Lawu Ds yang akan diverifikasi teknis ada 1 calon, sedangkan yang sudah mendapat SK Kulin KK ada sebanyak 4 LMDH.

“Untuk Pra Vertek yang dilakukan saat ini ada 19 LMDH,  jadi masih ada sisa 15 LMDH yang belum diusulkan. Kita akan berikan panduan terlebih dahulu serta gambaran vertek kaitannya persyaratan untuk bisa menjadi penggarap di wilayah KPH Lawu Ds. “Mulai dari data penggarap, luas penggarapan, luas lahan administrasi, termasuk Foto Copy KTP, Kartu Keluarga,” tambah Budi.

Menurutnya dengan kelengkapan administrasi yang valid, diharapkan antara LMDH, pihak Desa pangkuan dan juga pihak Perhutani mempunyai komitmen yang sama untuk pengelolaan hutan secara lestari. Budi Prihartono juga menyarankan agar para penggarap yang nantinya diverifikasi betul-betul dipersiapkan sebaik-baiknya administrasi dan lahan yang akan ditinjau.

Sementara dari Kepala Desa Sumbersari, Suwarno memberikan apresiasi yang tinggi pada Perhutani KPH Lawu Ds, karena sudah banyak membantu warga mendapatkan lahan penggarapan didalam petak pangkuan hutan BKPH Lawu Utara yang masuk Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi.

“Untuk kawasan hutan di pangkuan desa masing-masing, kami menghimbau kepada seluruh warga desa untuk menggarap lahan garapannya secara sungguh-sungguh. Sehingga dapat membantu pendapatan untuk kebutuhan ekonomi keluarga,” tutup Suwarno. (Kom-PHT/Lawuds/Eko)

Editor : Ywn

Copyright©2020