"Loading..."

Perhutani Dampingi Tim BPDASHL Monev RHL di Probolinggo

PROBOLINGGO, PERHUTANI (9/3/2021) | Perhutani Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) bersama Direktorat Jenderal Balai Pemberdayaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Dirjen BPDASHL) Brantas Sampean melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun 2019 dan 2020 di Wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo, Senin (8/3).

Wakil Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur Bidang Kelola Sumber Daya Hutan, Joko Sunarto saat meninjau lokasi tanaman RHL Tahun 2019 dan 2020 di petak 29b dan 9b wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ranuyoso, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klakah mengatakan bahwa keberadaan hutan lindung harus dipertahankan dan dilestarikan karena hutan lindung bagian dari ekosistem dalam kawasan hutan yang berfungsi sebagai ekologi, yakni sebagai perlindungan dari banjir dan tanah longsor serta sebagai sumber mata air.

Menurutnya di dalam kawasan hutan lindung kita tidak boleh melakukan penebangan kayu dan aktivitas lain yang membahayakan dan menimbulkan dampak negatif pada tanah atau lahannya, “Melainkan hanya bisa memanfaatkan potensinya, seperti memanen buah-buahan yang ada di dalam areal itu,” katanya.

“Program RHL harus berhasil agar dapat mencegah terjadinya bencana dan sebaliknya jika gagal dalam pelaksanaannya maka lahan menjadi kritis yang akan mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor pada musim penghujan dan keringnya sumber mata air disaat musim kemarau,” imbuhnya.

Direktur Konservasi Tanah dan Air BPDASHL Brantas Sampean Zainal saat melakukan Monev RHL tanaman 2019 dan 2020 ke lapangan secara acak (sampling) merasa cukup puas terhadap keberhasilan tanaman RHL tahun 2019 jenis Alpukat di petak 29b luas 20,08 Ha dengan prosentase tumbuh 83,25% dan tanaman RHL tahun 2020 petak 9b luas 40,0  jenis Alpokat dengan prosentase tumbuh 83,50% Ha yang kedua petak tersebut masuk wilayah RPH Ranuyoso, BKPH Klakah.

Sementara itu Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Ida Djatiana yang ikut mendampingi tim Monev tersebut mengatakan, bahwa tanaman RHL di wilayah Perhutani KPH Probolinggo untuk tahun 2019 seluas 1.677,11 hektar tersebar di 9 BKPH yakni di BKPH Sukapura (327,04 ha), BKPH Probolinggo (39,94 ha), BKPH Kraksaan (37,97 ha), BKPH Bermi (356,36 ha), BKPH Klakah (385,24 ha), BKPH Senduro (55,0 ha), BKPH Pasirian (49,44 ha), BKPH Pronojiwo (411,97 ha) dan BKPH Kabuaran (14,15 ha).

“Sedangkan tanaman RHL Tahun 2020 seluas 200,68 ha berada di 3 BKPH, yaitu BKPH Kraksaan (31,0 ha), BKPH Bermi (119,59 ha) dan BKPH Klakah (50,09 ha). Lokasinya berada di Hutan Lindung (HL) dengan jenis tanaman buah-buahan seperti Alpokat, Durian, Sirsat, Nangka, Jambu, Pete dan Salam,“ Ida Djatiana menjelaskan. (Kom-PHT/Pbo/HH)

Editor : Ywn

Copyright©2021