"Loading..."

Perhutani dan BPBD Ciamis Pastikan Longsor di Gunung Sawal Tak Mengancam Keselamatan Masyarakat Sekitar

CIAMIS, PERHUTANI (20/02/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis melakukan investigasi ke titik longsor gunung Sawal tepatnya di kaki gunung Sawal, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis yang masuk wilayah Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Panjalu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ciamis, Jumat (19/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Ciamis Sukidi dan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ciamis Aman, masing-masing bersama jajaran.

Setelah dilakukan investigasi dan assesment, diperoleh kesimpulan bahwa kejadian longsor tersebut kurang lebih terjadi di lahan seluas 0,1 hektare, dengan lebar kurang lebih 15 meter dan ketinggian atau panjang sekitar 75 meter. Longsor tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat ataupun mengganggu aliran air karena jarak dengan perkampungan lebih dari 2 km. Masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir.

Administratur KPH Ciamis, Sukidi menyatakan bahwa seluruh jajaran Perhutani berkomitmen untuk terus menjaga kawasan hutan dan lingkungan agar tetap lestari serta menjaga keutuhan alam. Ia pun menerangkan bahwa di hutan produksi terdapat kawasan khusus perlindungan antara lain Hutan Alam Sekunder (HAS) yang ditumbuhi pohon jenis rimba campur yaitu Puspa, Kijangkat, dan lain-lain yang tidak boleh ada kegiatan apapun di dalamnya. Ada pula Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang merupakan lokasi di sekitar mata air, daerah miring, sempadan sungai, yang juga tidak boleh diganggu kelestariannya dan sepatutnya dilakukan pengkayaan.

“Kami menghimbau masyarakat agar jangan menanam kopi di tempat terlarang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terkait longsor ini, masyarakat dimohon untuk tidak khawatir namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan.” ujarnya.

Kabid BPBD Kabupaten Ciamis, Aman bersama tim yang sudah melakukan pemantauan di lapangan menuturkan bahwa longsor yang terjadi di dalam maupun di luar kawasan Perhutani KPH Ciamis disebabkan oleh curah hujan tinggi selama 3 hari berturut-turut.

“Selain curah hujan tinggi, jika ditinjau dari lapangan, kontur tanahnya memang rawan longsor karena kemiringan lebih 75 derajat. Untuk material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan pohon, itupun tidak akan menggangu aliran air,” jelasnya. (Kom-PHT/Cms/Bun)

Editor : Ywn

Copyright©2021