"Loading..."

Perhutani dan UNBRAW Tandangani MoU

0-Mou Unbraw-web

Dok.Kom-PHT/Kanpus @2014

MALANG, PERHUTANI (03/10) | Direktur Utama Perhutani, Bambang Sukmananto dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Semeru Ashari menandatangani Kesepakatan Bersama tentang “Kegiatan Pengelolaan Hutan dan Pemanfaatan Hasil Hutan” di Ruang Rapat Lantai 2 Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Jum’at.

Kesepakatan ini merupakan langkah awal kerjasama saling menguntungkan melalui pengawalan pelaksanaan tanaman crash program tahun 2014.

Perhutani yang saat ini mengelola 2,4 Juta lahan kehutanan baru saja melakukan deklarasi holding BUMN Kehutanan. Holding kehutanan tersebut yaitu bergabungnya PT Inhutani I s/d Inhutani V menjadi anak perusahaan.

Universitas Brawijaya adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang yang pada tanggal 10 Januari 2009 mendapatkan Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Jumlah mahasiswa Universitas Brawijaya lebih dari 60 ribu orang dari berbagai strata. Pada tahun 2008, Universitas Brawijaya masuk kedalam rangking 500+ dunia versi THES. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya adalah salah satu fakultas unggulan dan favorit di malang.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Semeru Ashari menyatakan bahwa kerjasama ini untuk mencukupi isu energi dan pangan, untuk kegiatan itu Perum Perhutani mempunyai sarana dan prasarana yang baik dan bisa dikerjasamakan dengan dunia pendidikan.

“MoU dengan Fakultas Pertanian cukup banyak dengan perusahaan lain, namun tidak ada pelaksanaannya, hanya sebatas MOU, mudah-mudahan dengan Perhutani bisa terlaksana”, imbuhnya.

Sementara Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto menyatakan bahwa Perhutani akan mengembangkan program agroforestry sesuai sasaran pemerintah untuk meningkatkan energi dan pangan dimulai dengan membangun kantong-kantong energi, misalnya dengan pengembagan tanaman kaliandra untuk biomasa, memproduksi pelet yang nantinya akan dieksport.

Adapun kontribusi Perhutani untuk pangan yaitu melalui pengembangan sistem agroforestry dengan Pemanfaatan lahan dibawah tegakan (PLDT). Selain itu Perhutani adalah satu-satunya perusahaan yang diberikan tugas oleh presiden untuk pengembangan sagu di Papua.

Setelah MoU ditandatangani Direktur Utama Perum Perhutani langsung meminta kepada Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur supaya langsung dibuatkan Perjanjian Kerjasamanya dan pada tahun 2014 ini sudah direalisasikan pelaksanaannya.

“Kami meminta mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya membantu percepatan dan memberikan pengawalan kerja dan yang penting mahasiswa harus mau ke lapangan untuk mengawal”, tambahnya.

Selanjutnya Direktur Utama Perhutani meminta agar ada batasan yang jelas antara tanaman rutin Perhutani dengan tanaman yang dikerjasamakan dengan Fakultas Pertanian UNBRAW sehingga bisa dibandingkan mana yang lebih baik tingkat keberhasilannya. (Kom-PHT/Kanpus)

@copyright 2014

Share: