"Loading..."

Perhutani Fasilitasi LMDH Dapatkan Bantuan Pinjaman Dari BNI di Mojokerto

MOJOKERTO, PERHUTANI (8/10/2020) | Untuk mendukung implementasi Perhutanan Sosial di wilayahnya, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto memfasilitasi 3 (tiga) Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mendapatkan bantuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BNI Cabang Mojokerto bertempat di Balai Desa Manunggal Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada Kamis (8/10).

Lembaga yang mendapatkan kucuran pinjaman antara lain LMDH Sumber Makmur Desa Manunggal, LMDH Wono Baru Desa Mojodanu dan LMDH Rimba Jaya Desa Cupak di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tapen KPH Mojokerto.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Tapen Dudun Wahyuono mewakili Administratur KPH Mojokerto menyampaikan, bahwa selaku Asper BKPH Tapen ia merasa senang karena anggota LMDH nya dapat mengakses KUR Tani untuk modal awal sebagai persiapan sebelum masa tanam. “Saya berharap agar hasil panen nantinya bisa berhasil sehingga bisa mengembalikan pinjaman KUR tersebut tepat waktu,” katanya.

Sebelumnya Ardika Karya selaku perwakilan dari Bank BNI Cabang Mojokerto menyatakan, bahwa program KUR Tani ini diberikan kepada sejumlah petani, “Karena petani ini mengerjakan lahan di kawasan hutan, maka kami¬† berkoordinasi dengan pihak Perhutani sebagai pemangku wilayahnya yang diwakili oleh Asisten Perhutani setempat,” katanya.

Menurut Ardika pinjaman KUR bervariasi tergantung luas lahan yang digarap, per hektarnya bisa mendapat pinjaman sebesar Rp 12,5 juta dengan bunga 0,6 persen dan pengembaliannya dalam jangka waktu 5 bulan atau pada saat panen. “Istilahnya Yarnen (dibayar saat panen) dan KUR ini bersifat tanggung renteng, artinya bilamana ada angsuran salah satu anggota kelompok macet menjadi tanggung jawab bersama semua anggota dalam kelompok pesanggem yakni LMDH.

Sementara itu Ngateman selaku Ketua LMDH Rimba Jaya yang kebetulan juga penerima kredit ini menyatakan bahwa dirinya dan anggota yang lain sangat terbantu dengan adanya bantuan pinjaman tersebut, “Bantuan modal ini bisa untuk menambah modal pembelian bibit dan pupuk sebelum masa tanam dimulai,” ujarnya. (Kom-PHT/Mjk/Dwi)

Editor : Ywn

Copyright©2020