"Loading..."

Perhutani Fasilitasi LMDH Studi Banding di Persemaian BPDASHL Brantas Sampean

JEMBER, PERHUTANI (18/11/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember mengajak Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayahnya mengikuti studi banding di persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Brantas Sampean di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember, Rabu (18/11).

LMDH yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 20 orang antara lain dari perwakilan pengurus LMDH Sumber Makmur Seputih, LMDH Lampeji Wana Jaya, LMDH Wana Kedawung Lestari dan LMDH Wana Sejati Suco yang didampingi oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Perhutanan Sosial (PS) Perhutani Jember, Desianus Sirappa.

Menyampaikan pesan Administratur KPH Jember, Desianus menyampaikan bahwa LMDH ke depan tidak hanya bisa menanam pohon, tapi harus mampu membuat bibit unggul dan berstandar, “Sebab keberhasilan reboisasi tidak terlepas dari ketersediaan bibit dengan kualitas yang baik,” ujarnya.

Di lokasi persemaian permanen rombongan diterima langsung oleh Bagian Persemaian Yudi, yang dalam kesempatan itu ia menjelaskan tentang teknik-teknik persemaian, kapasitas bibit yang dihasilkan dan jenis-jenis tanaman dalam pembibitan.

Menurut Yudi, kapasitas persemaian permanen Karangpring ini sampai 1,5 juta plances dengan jenis tanaman bisa mencapai 27 macam,  dengan prioritas jenis tanaman disesuaikan kebutuhan masyarakat seperti sengon, jabon, durian, nangka, klengkeng dan lain lain.

“Semua bibit di persemaian permanen ini diperuntukkan pada kepentingan umum secara cuma-cuma, baik perorangan, kelompok, instansi maupun swasta dengan tujuan untuk penghijauan dan pelestarian alam,” tutur Yudi.

Sementara itu Imam Ghozali pengurus LMDH Sumber Makmur Seputih terkesan dengan kegiatan yang sangat positif ini,  “Alhamdulillah saya dapat ilmu baru dari proses seleksi bibit. Kami hanya cukup menyeleksi bibit dengan menata kembali dalam bet yang sama dimana bibit-bibit yang lebih tinggi disusun pada posisi ditengah bedeng dan yang lebih pendek pada posisi di pinggir. Sehingga pada saat siap tanam ketinggian bisa rata,” katanya.

Pada kesempatan itu LMDH yang turut dalam studi banding langsung mengajukan permohonan bibit dengan jumlah total 20.000 plances untuk reboisasi di desa dan lingkungannya. “Bibit yang dimohonkan dari jenis buah-buahan seperti durian, alpukat, petai dan nangka, agar dapat lebih produktif dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Ghozali. (Kom-PHT/Jbr/Ags)

Editor : Ywn

Copyright©2020