"Loading..."

Perhutani Jadi Narasumber Bimtek Peningkatan Masyarakat Peduli Api di Wonosobo

KEDU SELATAN, PERHUTANI (07/10/2020) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menjadi  salah satu narasumber pada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) VII Wilayah Banjarnegara, Purbalingga dan Wonosobo yang bertempat di wisata Goa Simpen Stone Park, Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil, Wonosobo, Selasa (06/10).

Kegiatan Bimtek diikuti oleh Pemerintah Desa Gondowulan, tokoh masyarakat, penggiat lingkungan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Goa Simpen Stone Park dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gondo Makmur.

Administratur KPH Kedu Selatan selaku narasumber melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadisono, Triyono menyampaikan bahwa untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan salah satu cara yang efektif adalah dengan skema Perhutanan Sosial. Masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan secara tidak langsung turut bertanggungjawab atas kelestarian hutan sehingga kerusakan hutan baik yang disebabkan oleh iklim maupun gangguan manusia dapat diminimalkan dan diantisipasi bersama sehingga terwujud kelola hutan yang baik.

Kepala CDK VII Wilayah Banjarnegara, Purbalingga dan Wonosobo, Dwi Haryanto, menuturkan sejatinya bimbingan teknis Masyarakat Peduli Api ini diselenggarakan dalam periode Juli sampai dengan Agustus. Namun karena terkendala pandemi, baru bisa terealisasi sekarang. Meskipun demikian diharapkan dengan adanya bimbingan teknis ini mampu meningkatkan kepedulian, pemahaman serta ketrampilan masyarakat desa dalam pencegahan kebakaran hutan karena peran serta semua pihak antara instansi terkait termasuk masyarakat sangat penting.

“Bimtek MPA merupakan salah satu bentuk kegiatan yang difasilitasi pemerintah untuk meningkatkan peran serta kapasitas masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan menjaga kelestarian hutan.” ungkap Dwi.

Sedangkan Koordinator Penyuluh Lapangan, Suparman menjelaskan bahwa masyarakat desa adalah ujung tombak di lapangan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan bersama instansi terkait.

“Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan, akan lebih bisa membantu dengan cepat dalam penyampaian informasi apabila terjadi kebakaran sehingga pencegahan akan betul-betul efektif karena setiap hari masyarakat desa berada di sekitar kawasan hutan,” ujarnya. (Kom-PHT/Kds/Ken)

Editor : Ywn
Copyright©2020