"Loading..."

Perhutani, Kades, dan Karang Taruna Panohan Siapkan Audiensi ke Bupati Rembang

MANTINGAN, PERHUTANI (12/03/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan pembahasan rencana audiensi Proyek Bendungan Panohan antara Kepala Desa (Kades) Panohan dan pemuda Karang Taruna Desa Panohan dengan Bupati Rembang, Rabu (10/03).

Hadir dalam pertemuan tersebut Junior Manager Bisnis (JMB) Soetriswanto, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal BBWS I Gusti Carya, Camat Gunem Ahmad Sulkan, Polsek Gunem Iptu Joko Susilo, Danramil Gunem Kapten Inf. Kun Muhandis, Kepala Desa Panohan Amir Fuad.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui JMB, Soetriswanto menjelaskan bahwa Perhutani bersama BBWS Pemali Juana pada prinsipnya siap mendampingi Kepala Desa Panohan untuk menghadap Bupati Rembang dalam rangka memperjelas status Proyek Bendungan Panohan yang telah dibangun awal tahun 2007.

“Pembangunan Bendungan Panohan memakai kawasan hutan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Tahun 2011 mencapai 39,17 hektar yang meliputi areal genangan waduk 35,99 hektar dan untuk jalan 0,17 hektar. Sampai akhir tahun 2020 Perhutani juga belum mendapat hitungan ganti rugi tegakan dari Pemkab Rembang sebesar Rp 5 Milyar sesuai hitungan dari Biro Perencanaan di Salatiga. Kami siap mendukung perkembangan kawasan Bendungan Panohan.” beber Soetriswanto.

Camat Gunem, Ahmad Sulkan pada kesempatan yang sama menuturkan,”Pembangunan Waduk Panohan telah selesai sekitar tahun 2010 akan tetapi sampai sekarang warga kami yang berhimpitan dengan Bendungan belum bisa mengoptimalkannya. Padahal warga kami ingin dalam areal bendungan dan sekitarnya bisa dimanfaatkan sebagai aset wisata desa untuk memperlancar dan menambah gairah ekonomi.”

Kepala Desa Panohan, Amir Fuad memohon pada Perhutani, BBWS, Camat, Koramil dan Kapolsek Gunem untuk dapat mendampingi jajaran Desa Panohan saat melakukan audiensi ke Bupati Rembang.

“Kami hanya ingin memanfaatkan dan bukan merubah ataupun menambah bangunan permanen. Karena ini merupakan Kawasan Sempadan Sungai atau Kawasan Perlindungan sesuai dengan peta di Perhutani. Kami ingin pemanfaatannya bisa segera direalisasikan dan digunakan oleh warga sekitar desa Panohan,“ ungkapnya. (Kom-PHT/Mnt/Sgt)

Editor : Ywn
Copyright©2021