"Loading..."

Perhutani Lakukan Monitoring KUPS pada LMDH di Blora dan Rembang

MANTINGAN, PERHUTANI (13/11/2020) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melakukan kegiatan pembinaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di dua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yakni LMDH Tunjungsari di Kabupaten Blora dan LMDH Wana Indah di Kabupaten Rembang, Kamis (12/11).

Kegiatan dilakukan oleh Kepala Departemen Perhutanan Sosial Kantor Pusat Perhutani Dede Mulyana didampingi oleh tim Kantor Divisi Regional Jawa Tengah dan Kepala Sub Seksi (KSS) Komunikasi Perusahaan KPH Mantingan Ismartoyo.

Dalam pertemuan itu Kepala Departemen Perhutanan Sosial Kantor Pusat Perhutani Dede Mulyana, menyampaikan bahwa dengan adanya nomenklatur baru Perhutanan Sosial, maka semua LMDH atau kelompok PS harus memiliki KUPS. Hal ini bertujuan agar dengan dibentuknya KUPS masing-masing kelompok lebih fokus dalam pengembangan usahanya dan meningkatkan produktiviatas lahan. Dede menambahkan jika Perhutanan Sosial diharapkan mampu meningkatkan kemakmuran masyarakat desa hutan.

“Nantinya semua kelompok tani hutan melalui kelompok kerjanya bisa mengaplikasikan kegiatan yang cocok sesuai dengan karateristik yang ada di daerah masing-masing. Karena tidak semua wilayah hutan di Indonesia itu sama karakter dan budaya masyarakatnya juga beragam,” ujarnya.

Administratur KPH Mantingan melalui KSS Komunikasi Perusahaan, Ismartoyo menyampaikan harapan kepada semua LMDH yang sudah mempunyai kegiatan dalam tahapan mandiri untuk dapat dikembangkan agar bisa menjadi LMDH unggulan dengan produk yang dapat diterima dipasaran.

“Tentu perlu ditingkatkan juga kemampuan sumber daya manusianya semisal lewat pelatihan baik yang diselenggarakan oleh Dinas, Instansi maupun stakeholder yang lain,” terangnya.

Ketua LMDH Tunjungsari, Tarmuji berharap Perhutani dapat membimbing LMDH terutama dalam pengelolaan wisata di waduk Greneng yang notabene dalam rintisan pengembangan begitupun dalam hal penerimaan bantuan dari eksternal utamanya dari Dinas Pertanian.

“Kami berharap tidak hanya petani di luar kawasan hutan namun petani dalam kawasan hutan yang bisa mengakses bantuan,” ujarnya. (Kom-PHT/Mnt/Sgt)

Editor : Ywn
Copyright©2020