"Loading..."

Perhutani Lakukan Optimalisasi Lahan Bersama LMDH Sido Luhur di Ponorogo

MADIUN, PERHUTANI (6/10/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun melakukan optimalisasi penggarapan lahan di bawah tegakan kayu putih bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sido Luhur, Desa Kaponan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo yang didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan LSM Permata Madiun, Senin (5/10).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk percepatan proses Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) di petak 52 e wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Depok, Bagian Kesatuan Pemangkuan (BKPH) Sukun, yang dihadiri oleh Asisten perhutani (Asper) BKPH Sukun dan jajarannya,  Ketua LMDH Sido Luhur beserta pengurus dan anggota.

Mewakili Administratur KPH Madiun Asper BKPH Sukun Purwanto mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat penting agar para penggarap lahan hutan atau pesanggem paham terhadap proses Kulin KK dan aturan penggarapan lahan yang optimal dan berimbang diantara tanaman polowijo dan tanaman pokok kehutanan, “Sehingga nantinya para penggarap dapat memperoleh produktifitas yang tinggi tanpa merusak atau mengabaikan tanaman pokok kehutanan yang ada di lahan hutan yang digarapnya,” ujarnya.

Menurut Purwanto, bahwa perlunya inventarisasi penggarap dari lahan hutan kayu putih di BKPH Sukun dengan melampirkan beberapa kelengkapan administrasi yakni diantaranya foto copy Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang tercatat secara resmi dan dihimpun oleh pengurus LMDH. “Hal ini bertujuan dalam upaya memvalidasi data pesanggem sebagai data penggarap pengajuan Kulin KK ke Kementerian LHK dan untuk menghindari orang di luar wilayah Desa Kaponan menggarap kawasan yang bukan pangkuannya,” tambahnya.

Sementara itu Ketua LMDH Sido Luhur Zainudin menyampaikan terima kasih kepada Perhutani KPH Madiun, karena anggotanya boleh menggarap di kawasan hutan kayu putih seluas 121,2 Ha dan petani penggarap sebanyak 310 pesanggem. “Banyak warga desa kami yang menjadi pesanggem di kawasan hutan Sukun, kami berharap masyarakat semakin sadar betapa pentingnya hutan yang dikelola supaya lestari dan bisa terus menjadi mitra kerja Perhutani agar kehidupan masyarakat desa hutan bisa sejahtera,” pungkasnya. (Kom-PHT/Mdn/Yud)

Editor : Ywn

Copyright©2020