CIAMIS, PERHUTANI (02/12/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis dan Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan pelepasliaran Kukang Jawa ke habitatnya di Suaka Marga Satwa Gunung Sawal (SMGS), wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikoneng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ciamis, Sabtu (30/11).

Acara ini dihadiri Administratur KPH Ciamis Jerry P. Nugroho, Kepala BKSDA Wilayah III Ciamis Andi Witria Rudianto, dan Manajer Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia Robithotul Huda.

Kukang Jawa yang dilepasliarkan berjumlah 10 ekor terdiri dari 3 ekor jantan dan 7 ekor betina. Kukang tersebut berasal dari temuan atau peliharaan masyarakat yang diserahkan ke BKSDA Wilayah Jabar dan dititiprawatkan ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia guna menjalani rehabilitasi untuk kemudian dilepasliarkan kembali ke habitatnya di SMGS dan di Hutan Konservasi wilayah Gunung Sawal.

Administratur KPH Ciamis Jerry P. Nugroho mengatakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak memelihara satwa dilindungi sudah mulai mengalami peningkatan, terbukti masyarakat menyerahkan secara sukarela ke BKSDA untuk dikarantina dan dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Jerry menambahkan bahwa Perhutani tetap berkomitmen untuk melestarikan satwa langka khususnya yang ada di wilayah kerja Perum Perhutani.

“Mereka secara sukarela menyerahkan satwa yang dilindungi ini ke BKSDA, kita berharap kesadaran masyarakat terus meningkat hingga tidak ada lagi warga yang memelihara satwa yang dilindungi. Satwa-satwa liar ini lebih bermanfaat hidup di alam liar, karena mereka punya fungsi sebagai penyeimbang ekosistem. Oleh sebab itu, Perhutani berkomitmen untuk melestarikan kukang dan satwa langka lainnya sekaligus mempertahankan habitatnya dari  kepunahan baik perburuan maupun entitas bisnis,” katanya.

Sementara itu, Manajer Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia Robithotul Huda di sela-sela kegiatan pelepasliaran Kukang Jawa mengatakan kesehatan 10 ekor Kukang tersebut dalam kondisi baik, karena selama karantina mendapat perawatan yang layak. Huda menambahkan kukang tersebut akan dikembalikan ke habitatnya setelah melakukan pemulihan perilaku kukang yang semula berada di tangan masyarakat.

“Memang tidak mudah dalam pemulihan, terdapat serangkaian proses dan waktu pemeliharaan dengan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga terdapat standar prosedur operasional yang ketat untuk memulihkan trauma kukang,” jelasnya. (Kom-PHT/Cms/Bun)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019