"Loading..."

Perhutani Pantau Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Pameungpeuk Garut

GARUT, PERHUTANI (14/10/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut mengunjungi wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong dan Cisompet Kabupaten Garut sekaligus melakukan mitigasi bencana, Senin (12/10).

Kunjungan dipimpin oleh Wakil Administratur Perhutani Tri Yuwana, Pabin (Perwira Pembina) Didin, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pameungpeuk Yayan Taryana, Asper Cisompet Iwa Kartiwa dan Polisi hutan mobil KPH Garut.

Wilayah terdampak bencana banjir Garut Selatan berada di luar kawasan hutan yang dialiri sungai Cipalebuh dan sungai Cikaso di Kecamatan Pameungpeuk, sedangkan di Kecamatan Cibalong akibat luapan aliran sungai Cibera dan sungai Cipasarangan di Kecamatan Cikelet, sehingga berdampak bencana longsor di sepanjang jalan raya Cisompet arah Pameungpeuk dan di kampung Awilega, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet.

Administratur KPH Garut, Nugraha melalui wakilnya Tri Yuwana mengatakan perlunya Perhutani melakukan mitigasi bencana pada hulu kawasan hutan yang mengaliri sungai di bawahnya atau hilir sungai yang terjadi banjir.

“Keberadaan sungai Cipalebuh dan Cipasarangan hulunya dari kawasan hutan pengelolaan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tilugeder pada BKPH Sumadra dan di RPH Panyindangan BKPH Cisompet serta sungai Cikaso hulunya dari RPH Cikelet BKPH Pameungpeuk,” jelasnya.

Dalam penjelasannya Kepala Badan Penanggulangan dan Penanganan Bencana (BPBD) Kabupaten Garut Firman Karyadin mengatakan hujan deras yang terjadi selama 14 jam sejak hari Minggu 11 Oktober pukul 18.00 WIB sampai dengan hari Senin 12 Oktober pukul 08.00 WIB membawa material lumpur dan kayu mengakibatkan pendangkalan muara sungai Cipalebuh, Cipasarangan dan Cikaso.

“Warga masyarakat terdampak banjir yang bermukim di sekitar bantaran sungai terdapat di tujuh Desa yakni Mandalakasih, Bojong, Mancagahar, Karyasari, Sagara, Mekarsari dan Desa Cijambe. Adapun fasilitas umum yang rusak yaitu jembatan Leuwinanggung, Kasakambangan dan Rawayan juga terdapat akses jalan dan instalasi PLN yang terganggu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan kerugian materiil sedang dihitung,” imbuhnya. (Kom-PHT/GRT/Imn)

Editor : Ywn

Copyright©2020