Kawasan kehutanan negara di Jawa Barat menjadi pemasok utama kebutuhan air minum bagi masyarakat Jepang dalam pemulihan pasca tsunami. Sekitar 72 juta liter air dipasok dari kawasan kehutanan Perum Perhutani Unit III, yang dilakukan melalui kesepakatan yang dilakukan dengan Pemerintah Jepang selama tiga tahun.
General Manager Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Industri Perum Perhutani Unit III, Tri Bagus Sumaryuwono, di Bogor, Rabu (27/4) menyebutkan, dipilihnya sumber pasokan air minum dari kawasan Perhutani di Jabar dilakukan perwakilan Jepang, K. Sagama, dengan pertimbangan utama kualitas air yang dinilai memenuhi syarat kebutuhan di Jepang.
Menurut Tri, sebelumnya ada pula penawaran dari Korea Selatan dan Kanada, serta sejumlah industri air minum kemasan Indonesia, tetapi Pemerintah Jepang lebih memilih pasokan dari kawasan hutan Perhutani di Jabar.
“Pertimbangan utama Pemerintah Jepang, standar yang ditentukan harus berasal dari sumber air benar-benar alami, bebas kandungan Fe, kimia, pemutih, dan lain-lain. Persyaratan tersebut ternyata dilihat Jepang terdapat dari sumber-sumber air pada kawasan kehutanan negara di Jabar, khususnya Perhutani Jabar,” katanya.
Disebutkan, pengiriman pasokan air minum ke Jepang tersebut dilakukan dalam kemasan ukuran 600 mililiter setiap bulannya, rata-rata 10 juta botol. Untuk tahap awal, pasokan air minum tersebut dilakukan dari kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor di sekitar Cikeas, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor.
Menurut Tri, kepercayaan Jepang tersebut menunjukkan tingginya kualitas air dari sumber-sumber kawasan hutan negara. Kualitas air dari kawasan hutan negara memenuhi standar internasional yang diberlakukan di negara-negara maju.
Secara terpisah, Wakil Administratur KPH Bandung Utara, Ida Saefudin, didampingi Kasubsi Humas Iyus Rustandi mengatakan, sumber-sumber mata air berkualitas tinggi juga terdapat di kawasan kehutanan di Bandung Utara. Selain keberadaan sejumlah mata air, juga disebabkan tingginya perhatian berbagai unsur untuk menjaga kelestarian hutan sebagai sumber mata air di kawasan-kawasan hutan di utara Bandung.
Sementara itu, menurut Kepala Biro Perlindungan Sumber Daya Hutan Perhutani Unit III, N. P. Adnyana, Kementerian BUMN juga sudah menugaskan Perhutani untuk membina berbagai hutan rakyat yang berada di sekeliling hutan negara. Hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan berbagai kawasan hutan rakyat di Jabar, apalagi kawasan tersebut juga memiliki peran vital untuk perekonomian dan sumber daya alam. (A-81)***
Nama Media : PIKIRAN RAKYAT
Tanggal        : Kamis, 28 Apr 2011
TONE           : POSITIVE