"Loading..."

Perhutani Serahkan Biaya Rp 498 Juta Lebih Kepada LMDH Untuk Kerjasama Agroforestry Tebu

JOMBANG, PERHUTANI (24/3/2021 ) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama PTPN X dan  PT. KTM (Kebun Tebu Mas) menyerahkan biaya keamananan Agroforestry tebu kepada 15 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngujung Barat dan (BKPH) Ploso Timur, Rabu (24/3).

Administratur Perhutani KPH Jombang Mukhlisin dalam keterangannya menyampaikan, bahwa kerjasama Agroforestry tebu antara Perhutani, PTPN X, PT. KTM dan LMDH sudah terjalin dengan baik, yaitu untuk mewujudkan hutan lestari  dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Biaya keamanan yang dikeluarkan oleh PTPN X terkait kerjasama Agroforestry dalam kawasan hutan di wilayah kerja Perhutani KPH Jombang adalah untuk meningkatkan keamanan tebu itu sendiri, agar kedepan tidak terjadi kebakaran tebu dan kelestarian hutan terjaga, serta kesejahteraan masyarakat yang tergabung dalam LMDH bisa meningkat,” katanya.

“Dengan adanya kerjasama agroforestry tebu dalam kawasan hutan Perhutani bisa lebih membangun dan meningkatkan sinergitas antara Perhutani, PTPN X dan LMDH sehingga Agroforestry tebu dalam kawasan akan memberi dampak dan manfaat untuk kita semua,” tambah Mukhlisin.

Sementara itu Minardi selaku konsultan PTPN X menyampaikan, bahwa biaya keamanan agroforestry tebu yang dikeluarkan oleh PTPN X dan PT.KTM sejumlah total Rp 498.883.450,- dengan rincian dari KTM Rp.305.978.550,- dan dari PTPN X Rp.192.904.500,-.

“Biaya tersebut akan diberikan untuk 15 LMDH di wilayah BKPH Ngujung Barat dan BKPH Ploso Timur KPH Jombang, sebagai biaya keamanan menjaga tanaman tebu dalam kawasan hutan Perhutani dengan harapan pada waktu mau panen tidak terjadi gagal panen karena tebu terbakar atau kerusakan yang lainnya,” tuturnya.

Masirin selaku Ketua LMDH Jati Silo salah satu dari 15 LMDH yang menerima biaya keamanan agroforestry tebu mengucapkan terima kasih pada Perhutani maupun PT. KTM yang telah memberikan biaya keamanan agroforestry tebu. “Kami akan melaksanakan kerjasama dengan pihak Perhutani untuk menjaga keamanan tanaman tebu, biar tidak terjadi kebakaran maupun kerusakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. (Kom-PHT/Jbg/GN)

Editor : Ywn

Copyright©2021