"Loading..."

Perhutani Serahkan Sharing Produksi 1,7 Milyar Lebih Kepada LMDH di Randublatung

RANDUBLATUNG, PERHUTANI (14/8/2020) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menyerahkan sharing produksi kayu tebangan tahun 2017 sebesar Rp 1.712.442.000,- (Satu miliar tujuh ratus dua belas juta empat ratus empat puluh dua ribu rupiah) kepada 23 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah kerja KPH Randublatung. Penyerahan dilakukan oleh Administratur KPH Randublatung Achmad Basuki di Aula Kantor Perhutani KPH Randublatung, Jumat (14/8).

Selain segenap manajemen Perhutani KPH Randublatung, hadir dalam penyerahan sharing tersebut Camat Randublatung, Budiman serta para Kepala Desa penerima sharing.

Sharing produksi yang diberikan kepada LMDH ini merupakan bentuk kepedulian Perum Perhutani dalam rangka mensejahterakan masyarakat khususnya yang berada di sekitar hutan. Dana sharing tersebut akan di kelola oleh LMDH dan pemerintah desa untuk usaha produktif, pengembangan agroforestri dan lainnya.

Achmad Basuki dalam sambutannya mengatakan, “Dengan adanya dana sharing dari produksi kayu ini, diharapkan dapat meningkatkan usaha-usaha produktif masyarakat desa hutan dengan bimbingan LMDH, dan masyarakat lebih berperan aktif dan ikut serta menjaga sumber daya hutan (SDH), khususnya terkait dengan kelestarian hutan serta ikut aktif berperan dalam menyukseskan pengelolaan hutan.,” kata Achmad.

“Ada tiga kunci sukses yang ada di Perhutani yaitu sukses tanaman, sukses keamanan, dan sukses produksi. Bersumber dari ketiga sukses inilah Perhutani bisa memberikan sharing produksi terhadap mitra kerja yaitu para LMDH,” lanjut Achmad.

Sementara itu Liswanto selaku ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol Kecamatan Jati Kabupaten Blora menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas sharing produksi kayu yang diberikan.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Perhutani atas dana sharing yang diberikan kepada kami, dana ini akan kami kelola dengan pemerintah desa untuk pengembangan kegiatan usaha produktif dan bangunan fisik yang ada di desa kami”, ujar Liswanto. (Kom-PHT/Rdb/Hmt)

Editor : Ywn

Copyright©2020