"Loading..."

Perhutani Terima Kunjungan Kerja BKSDA Wilayah I dan II Jateng di Mantingan

MANTINGAN, PERHUTANI (11/02/2021) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan menerima kunjungan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I dan II Jawa Tengah, Rabu (09/02).

Kedatangan Kepala Pengendali Ekosistem (PEH) Agus Sudartomo dan anggota Nugroho Dwi Cahyono serta Sutrisno disambut oleh Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih di kantor KPH Mantingan.

Sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6187/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002, BKSDA Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertugas mengelola 33 kawasan konservasi yang berbentuk Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam (TWA) Jawa Tengah serta konservasi tumbuhan dan satwa liar baik dalam kawasan maupun di luar kawasan.

Kedatangan tim BKSDA ke Perhutani KPH Mantingan dalam rangka mengecek kondisi satwa yakni Rusa yang ada di area penangkaran Wana Wisata Kartini KPH Mantingan dan pembinaan rutin.

Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih memaparkan kondisi usaha Wana Wisata Kartini yang berhenti total selama pandemi.

“Pendapatan Wana Wisata Mantingan tahun 2019 mencapai Rp 503.511.000,- namun di tahun 2020 hanya mencapai Rp 148.198.000,- akibat dampak pandemi covid-19. Untuk penangkaran Rusa jenis Temorencis tetap berjalan, ada beberapa diantaranya yang mati karena memang faktor usia dan ada juga yang lepas saat tembok Wana Wisata roboh. Ada beberapa rusa yang lari ke hutan namun ada juga yang kembali ke habitatnya di Wana Wisata,” jelasnya.

Dwi melaporkan satwa Rusa di Wana Wisata KPH Mantingan sampai dengan bulan Februari 2021 berjumlah 11 ekor.

“Bulan Desember mati 1 karena faktor usia. Tersisa 6 jantan 4 betina dan 1 betina anak rusa. Untuk penangkaran rusa jumlahnya idealnya seharusnya 1 jantan dengan 4-5 ekor betina. Sehingga di KPH Mantingan kelebihan rusa jantannya”.

Wana Wisata Kartini Mantingan sekitar tahun 2003 pernah mendapat bantuan dari Istana Negara Bogor berupa Rusa Totol (axis-axis) sebanyak 5 ekor (1 jantan dan 4 betina). Namun nampaknya karena tidak cocok dengan habitat dan efek perjalanan jauh, semua Rusa tidak dapat bertahan hidup.

Kepala Pengendali Ekosistem (PEH), Agus Sudartomo berharap KPH Mantingan dapat mencari terobosan lain untuk memelihara satwa lain sesuai yang dapat dikembangkan di Wana Wisata Kartini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Mantingan yang rutin melaporkan jumlah dan kondisi rusa Temorencis yang dipelihara di Wana Wisata Kartini Mantingan. Kami berharap Perhutani ke depan dapat ikut lebih menyebarluaskan informasi konservasi kepada masyarakat dalam rangka upaya meningkatkan pengembangan bidang konservasi sumber daya alam,” tuturnya.

Agus berharap tahun 2021 pandemi segera berlalu sehingga kegiatan dapat kembali normal agar bidang wisata bergairah kembali.

“Saat ini pengelola kebun binatang harus berfikir keras dengan biaya untuk perawatan dan pemeliharaan hewan/ satwa peliharaannya,” pungkasnya. (Kom-PHT/Mnt/Sgt)

Editor : Ywn
Copyright©2021