"Loading..."

Perhutani Tingkatkan Layanan Bagi Pembeli Gondorukem

Agro Indonesia – Perum Perhutani berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kepada pam pembeli produk gondorukem (gumrosin) dan terpental dengan memberikan pelayanan terbaik dalam rangka kesinambungan bisnis produk berbasis sumberdaya hutan non-kayu tersebut.

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada buyer dengan memberi jaminan ketersediaan balian baku dan kontrak jangka panjang. Kontrak ini akan memberikan kepastian balian buku kepada perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Direktur

Utama Perum Perhutani, Mus-toha Iskandar saat pertemuan “International Business Gathering Perhutanis Gumrosin Turpentin”yang diadakan di Nusa Dua, Bali pada hari Kamis (3/3/2016).

Hadir pada cara tersebut, perwakilan perusahaan-perusahaan pembeli produk gondorukem dan terpentin Perhutani yang antara lain berasal dari Jerman, Belgium, Pakistan, Jepang, Uni Emirat Arab, Turkey, Indonesia. Ini adalah kali pertama dalum sejarah setelah lebih dari 55 tahun dalam berbisnisgondorukem, Perhutani bertemu langsung dengan beberapa pembeli utama internasional dari berbagai Negara.

Menurut Mustoha, pelayanan terbaik yang diberikan Perhutan akan menghindari kemungkinan persaingan tidak sehat antar pembeli mengingat produk gondorukem Perhutani produk alam yang kuantitasnya terbatas. “Selain itu melalui pertemuan ini Perhutani bisa lebih memahami keinginan dan kebutuhan buyer akan produk gondorukem termasuk produk turunan atau deri-vatnya,” kata Mustoha.

Pada tahun 2014, ekspor gondorukem Perhutani mencapai 52.000 ton, sementara di tahun 2015 mencapai 55.000 ton. Sementara kebutuhan di dalam negeri berkisar 8.000 ton. Indonesia adalah penghasil gondorukem terbesar ke tiga di dunia di bawah Republik Rakyat Tiongkok yang produksinya mencapai 70% secara global dan Brazil yang produksinya sekitar 11%.

Saat ini tidak kurang dari 208 perusahaan dari 38 negara membeli produk gondorukem Perhutani dengan total ekspor mencapai 51.950,2 ton atau semini 110.846.788 dolar AS.

Para pembeli umumnya perusahaan produsen atau manufaktur penghasil produk dcrivat atau turunan gondorukem. Produk dcrivat atau turunan gondorukem tersebut memiliki fungsi sebagai perekat dalam beberapaindustri seperti industri karet, industri balian perekat, industri cat dan tinta, industri minuman dan permen karet yang menggunakan produk food grade dari Gliserol Rosin luster, salah satu turunan produk gondorukem yang disenyawakan dengan gliserol, dengan fungsi sebagai pcngcmulsi dan penstabil.

Permintaan gondorukem dunia saat ini terus meningkat didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini saja telah banyak ditemukan inovasi produk turunan gondorukem dengan teknik pembuatan yang lebih sederhana tetapi dapat memberikan hasil yang optimal sebagai hasil pengembangan teknik konvensional. Namun demikian produk gondorukem getah pinus tetap merupakan produk yang lebih unggul karena sifatnya yang natural dan ramah lingkungan.

Gondorukem dan terpentin adalah produk hasil hutan non-kayudari getah pohon pinus yang diolah melalui proses melting, scrubber dan pemasakan. Perhutani memiliki delapan pabrik pengolah getah pinus.

Sumber getah pinus Perhutani berasal dari hutan pinus Perhutani di Jawa. Perhutani sebagai BUMN mengelola kawasan hutan seluas 2,4 juta hektare, terdiri dari hutan tanaman jati seluas 1,2 juta hektare (52%), hutan pinus 876.992,66 hektare (36%), dan sisanya tanaman Damar, Mahoni, Akacia, Sengon, Kcsambi. Dariareal hutan pinus tersebut, untuk tahun 2016, luas hutan pinus yang akan disadap 177.959 hektare dengan jumlah 37.288.068 pohon pinus serta ditargetkan menghasilkan 95.760 ton getah pinus. Produk hasil hutan nonkayu Perhutani selama ini memasok pendapatan perusahaan sebesar lebih kurang 50% per-tahunnya.

Perum Perhutani sendiri saat ini tengah membangun industri hilir berupa pabrik derivat Perhutani Pine Chemical Industry atau PPCI di Pemalang Jawa Tengah yang akan mengolah gondorukem dan terpeiitin menjadi produk derivat turunan berupa a-Pinene (Alphapinene), Belhapinenc, D-limonen, D-carene. Serta produk Glycerol dan Rosin Ester melalui proses castcrifikasi dan flacking.

Pabrik PPCI ini akan meningkatkan nilai tambah hasil hutan non-kayu dibandingkan apabila Perhutani hanya memasarkan produk dalam bentuk gondorukem terpentin saja. Sementara data menunjukkan kebutuhan pasar untuk produk derivat gondorukem terpentin seperti Alphapinene dan Bethapincne di dunia mencapai 600.000 ton/tahun, di dalum negeri mencapai 19.000 ton/tahun. Dengan balian baku getah Pinus yang ada, dan pengolahan sampai ke dcrivat-nya, maka Perum Perhutani kedepan akan menjadi salah satu pelaku bisnis industri pino chemical penting di dunia. M suglharto

Sumber : Agro Indonesia, hal. 8
Tanggal : 15 Maret 2016